BATAM TERKINI

Bright PLN Batam Bakal Pembangunan PLTU di Bintan dengan Daya 2 x 100 MW

Bright PLN Batam berencana membangun PLTU di Bintan berkapasitas daya 2x100 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan yang terus bertambah.

Bright PLN Batam Bakal Pembangunan PLTU di Bintan dengan Daya 2 x 100 MW
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Ilustrasi pengerjaan proyek listrik. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bright PLN Batam 2018 mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan sebanyak 7 persen.

Data tersebut merupakan data pertumbuhan pelanggan tertinggi se-Indonesia.

Dengan kondisi ini, tentu pemakaian daya otomatis meningkat.

General Manager Service Bussines Unit Bright PLN Batam Francis Al Zauhari menjelaskan, pelanggan Bright PLN Batam saat ini sebanyak 322.000 pelanggan.

Termasuk industri dan rumah tangga.

"Harus disesuaikan. Energi di Batam saat ini sebesar 570 mega watt (MW). Beban puncak itu berada di angka 450 MW. Sisa yang 120 MW adalah cadangan. Makanya saya bilang cukup tinggi," kata Francis Al Zauhari, Jumat (25/5/2019) malam.

Meski sisa cadangan cukup tinggi yakni 120 MW, namun Bright PLN Batam berencana membangun PLTU di Bintan berkapasitas daya 2x100 MW.

Hal ini dilakukan, mengingat pertumbuhan pelanggan yang ada.

Penembakan Mako Brimob Polda Jateng, Satu Anggota Dikabarkan Terkena Tembakan, Pelaku Pakai Minibus

Tak Cuma ke MK, BPN Prabowo-Sandi Berencana Bawa Sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional

BERITA PERSIB - Semangat Sambut Laga Persib VS Semen Padang, Ini Janji Ezechiel N Douassel

Selain itu, Bright PLN Batam juga mempersiapkan diri untuk perkembangan industri Kota Batam.

"Seperti kejadian pemadaman bergilir bulan lalu. Itu dilakukan karena ada trouble. Tapi terjadi itu karena faktor alam. Bukan karena disengaja atau apa. Nah intinya adalah, Bright PLN Batam tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Kami juga tentu punya beban moral soal kepercayaan pelanggan. Ini yang harus kami kejar," jelas Francis Al Zauhari.

Diceritakan Francis Al Zauhari , kejadian trouble atau kerusakan oleh petir bulan lalu, mereka harus mengeluarkan biaya miliaran rupiah.

Untuk membeli bahan bakar dari mesin berdaya 5 MW dari Panbil. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan paska rusak mesin di Panaran dan tempat lainnya. (Tribunbatam.id/Leo Halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved