Keutamaan Amal di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Tata Cara Itikaf, Niat 10 Hari Terakhir Ramadhan
Itikaf sunnah adalah itikaf yang dilakukan secara suka rela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan yan
TRIBUNBATAM.id - Itikaf adalah mengurung diri atau menetap.
I’tikaf (إعتكاف) berasal dari kata ‘akafa (عكف) yang berarti al habsu (الحبس) adalah mengurung diri atau menetap.
Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, pengertian itikaf secara bahasa adalah berada di suatu tempat dan mengikat diri kepadanya.
• Sandiaga Cepat-Cepat Bela Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Saat Diserang TKN, Ini Pengakuan Sandiaga
• Pernah Terjerat Kasus Saksi Palsu, TKN & KPU Diminta Mewaspadai Bambang Widjojanto
• Nama Jokowi dan Megawati Jadi Objek Hinaan, Muncul dalam Running Text SPBU di Medan.
• Ucapan Idul Fitri 2019, Ini Gambar Kartu Ucapan Lengkap dengan Daftar Ucapan Selamat Lebaran 1440 H
Hukumnya menjadi wajib dilakukan seseorang karena kewajibannya misal nadzar.
Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengalaminya.
Umar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Ya Rasulullah, dulu aku di masa jahiliyah pernah bernadzar untuk beritikaf satu malam di masjidil haram.” Rasulullah lantas bersabda, “Maka penuhilah nadzarmu itu.” (HR. Bukhari).
Itikaf sunnah adalah itikaf yang dilakukan secara suka rela untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Termasuk itikaf pada 10 hari terakhir Ramadan yang termasuk sunnag muakkadah atau sunnah yang dianjurkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan itikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan ini.
عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa i’tikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau diwafatkan Allah. Kemudian istri-istri beliau beri’tikaf sesudah beliau wafat.” (HR. Bukhari).
NIAT ITIKAF
نَوَيْتُ الْإِعْتِكَافَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitul i’tikaafa sunnatal lillaahi ta’aalaa)
Artinya: Aku berniat itikaf, sunnah karena Allah Ta’ala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sejumlah-komponen-masyarakat-di-tanjungpinang-menggelar-doa-bersama-di-masjid-al-furqon.jpg)