Ani Yudhoyono Dituduh Pura-pura Sakit, SBY Singgung yang Bully Istrinya Melalui Video

"Di bulan suci ramadan ini, saya doakan, agar yang bersangkutan dan keluarga tidak mengalami penyakit kanker darah seperti yang diderita ibu Ani," kat

Capture YouTube Demokrat TV
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pernyataannya soal hasil rekapitulasi Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNBATAM.id -  Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pernyataannya melalui video, seputar kondisi politik terkini di Indonesia.

Video tersebut diputar dalam acara buka bersama partai Demokrat di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin, (27/5/2019).

Dalam pernyataannya tersebut SBY menyinggung sejumlah orang yang merundung istrinya, Ani Yudhoyono di media sosial.
Menurut SBY aksi sejumlah orang di Media sosial yang menuduh sakitnya Ani Yudhoyono hanya sebagai alasan agar tidak ikut berkampanye menurut SBY sangat menyedihkan.

"Dan ibu Ani harus meneteskan airmata mendengarnya,"kata SBY.

Diduga Terpapar Radikalisme, Polwan Polda Maluku Ditangkap di Bandara Juanda, Berikut Kronologinya

Polisi Tetapkan Kivlan Zen Tersangka Kasus Makar, Pitra Ramdhoni: Kami Merasa Difitnah

SBY berharap mereka yang merundung istirnya tersebut jangan samapi mengalami nasib yang sama yakni menderita kanker daerah. Jangan sampai menurutnya mereka menderita siang dan malam karena penyakit itu.

"Di bulan suci ramadan ini, saya doakan, agar yang bersangkutan dan keluarga tidak mengalami penyakit kanker darah seperti yang diderita ibu Ani," katanya.

Dalam videonya SBY menyampaikan kepada kader Demokrat bahwa sebenarnya ia ingin ikut terjun berkampanye pada Pemilu 2019. Keinginan tersebut tampak dari vonis penyakit leukimia terhadap Ani Yudhoyono terjadi 5 hari setelah yang bersangkutan ikut safari kampanye Demokrat ke Sumatera Utara dan Aceh.

"Kami memang tekadkan untuk melakukan banyak safari ke daerah,karena banyak lembaga survei yang mengatakan bahwa elektabilitas partai demokrat hanya 4 persen," katanya.

Meskipun tidak ikut berkampanye, SBY bersyukur bahwa elektabilitas partai Demokrat tidak serendah yang disampaikan lembaga survei.

"Berkat kerja keras komandan Kogasma dengan jajarannya, dan tentunya kegigihan para Caleg bersama timsesnya, meskipun tidak sesuai dengan harapan kita, namun tidak serendah yang disampaikan lembaga survei," pungkasnya.

Sebelumnya sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai pendukung Prabowo merundung Ani Yudhoyono yang sedang dirawat di National University Hospital Singapura,melalui media sosial.

Mereka mempertanyakan apakah Ani Yudhoyono benar-benar sakit atau tidak. Akibat kejadian tersebut, politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan tidak akan mendukung lagi Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Padahal Ferdinand selama ini getol dan aktif mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Susilo Bambang Yudhoyono menjaga istrinya, Ani Yudhoyono yang dirawat di NUH Hospital Singapore.
Susilo Bambang Yudhoyono menjaga istrinya, Ani Yudhoyono yang dirawat di NUH Hospital Singapore. (Tribunnews/HO/Anung Anindito)

Dituduh Pura-pura Sakit, Ani Yudhoyono Meneteskan Air Mata

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pernyataannya melalui video, seputar kondisi politik terkini di Indonesia.

Video tersebut diputar dalam acara buka bersama partai Demokrat di kediaman SBY, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin, (27/5/2019).

Dalam pernyataannya tersebut SBY menyinggung sejumlah orang yang merundung istrinya, Ani Yudhoyono di media sosial.

Menurut SBY, aksi sejumlah orang di media sosial yang menuduh sakitnya Ani Yudhoyono hanya sebagai alasan agar tidak ikut berkampanye menurut SBY sangat menyedihkan.
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved