Ada Hutang Puasa Ramadhan dan Ingin Puasa Syawal, Begini Penjelasan dari Ustadz Abdul Somad

Ada hutang puasa saat Ramadhan dan ingin puasa Syawal, berikut penjelasan dari Ustadz Abdul Somad.

Ada Hutang Puasa Ramadhan dan Ingin Puasa Syawal, Begini Penjelasan dari Ustadz Abdul Somad
Surya
Lebih Mana Didahulukan Puasa Syawal atau Puasa Pengganti (Qadha) ? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad 

Akan lebih baik jika dilakukan secara berturut selama enam hari mulai hari kedua Syawal.

Namun, jika merasa kesulitan, maka diperbolehkan tidak berurutan, asalkan berpuasa sebanyak enam hari dan masih di bulan Syawal.

Tanggal 1 bulan Syawal dimulai pada 6 Juni 2019 hingga 3 Juli 2019.

Instagramnya Sempat Diblock, Begini Momen Azriel dan Aurel Hermansyah Sungkeman dengan Raul Lemos

Dampak Harga Tiket Pesawat Mahal, Pendapatan Bandara Internasional Hang Nadim Terancam Anjlok

Lantas bagaimana dengan nasib kaum muslim yang harus mengganti karena masih punya hutang puasa di bulan Ramadhan?

Apakah harus mendahulukan puasa Syawal atau puasa ganti (Qadha) terlebih dahulu?

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan Ustaz Abdul Somad berikut ini.

Pria yang akrab dipanggil UAS ini menjelaskan bahwa puasa ganti diprioritaskan terlebih dahulu.

"Ibu-ibu yang kemarin punya hutang 7 hari, nanti selesai Ramadhan masuk bulan Syawal Qadha (puasa ganti) dulu 7 hari," jelasnya.

Setelah itu, baru mereka bisa menjalankan puasa Syawal.

"Nanti setelah puasa 7 hari baru puasa 6 (Puasa Syawal)," imbuhnya.

Kendati demikian, UAS juga mengatakan orang tersebut bisa puasa ganti saja.

"Namun jika tidak bisa, ibu bisa puasa Qadha saja," ungkap UAS.

Halaman
1234
Editor: Mona Andriani
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved