Dokter Asal Singapura Dipecat, Gara-gara Sebut Perempuan Layak Diperkosa 

"AHPRA mengambil tindakan ini demi kepentingan publik untuk menjaga kepercayaan pada profesi medis," kata AHPRA dalam sebuah pernyataan.

Dokter Asal Singapura Dipecat, Gara-gara Sebut Perempuan Layak Diperkosa 
ABC Australia/Facebook
Dr Christopher Kwan Chen Lee dipecat dari pekerjaannya di sebuah rumah sakit di Melbourne, Australia. 

TRIBUNBATAM.id - Seorang dokter asal Singapura yang bekerja di Australia bernama Christoper Kwan Chen Lee dipecat secara tidak hormat dari pekerjaannya.

Chen yang bekerja sebagai dokter di RS Melbourne dipecat gegara komentar negatif yang mengundang cemooh bagi profesi kedokteran yang menyatakan perempuan layak untuk diperkosa.

Sebelum dipecat , ia sudah menerima skors selama enam bulan.

Dr Chen Lee diketahui melontarkan "komentar-komentar tidak pantas" di sebuah forum obrolan online Singapura.

Berbagai komentarnya itu telah dijadikan bukti dalam persidangan Badan Regulasi Praktisi Kesehatan Australia (AHPRA).

Gegara Tak Ada Jaringan Internet saat Mudik ke Kampung Kakeknya, Bocah Ini Menangis dan Mengamuk

Bisa Perpanjang Hidup Jika Tiap Hari Tidur Pukul 10 Malam, Ini Alasannya

Ini 5 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong, Salah Satunya Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Serahkan Senjata Jenis Mosser, Ajudan Petinggi OPM Nyatakan Diri Kembali ke NKRI

"Sejumlah perempuan memang layak diperkosa, dan perempuan jalang congkak itu memang cocok diperkosa," demikian salah satu komentar Lee.

Skorsing Dr Chen Lee awalnya berakhir pada 11 Juni 2019. Namun AHPRA pada Jumat (8/6/2019) memastikan skorsing diperpanjang tanpa batas waktu yang efektif mulai Kamis (6/6/2019).

"AHPRA mengambil tindakan ini demi kepentingan publik untuk menjaga kepercayaan pada profesi medis," kata AHPRA dalam sebuah pernyataan.

Lembaga ini tidak memiliki kewenangan hukum untuk memecat seseorang sebagai dokter. Biasanya keputusan seperti itu menjadi kewenangan peradilan independen.

Dr Chen Lee (31) meraih gelar dokter dari University of Melbourne pada 2012.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved