Perang Dagang AS vs China Masih Bergolak, Pemerintah Siapkan Strategi Ekspor dan Percepatan KEK
Kepastian perang dagang saya kira setelah pertumbuhan (ekonomi AS) triwulan kedua. Kalau menurun, perang dagang pasti tidak akan berlangsung lama
Iskandar bilang, pemerintah mengevaluasi produk-produk Indonesia apa saja yang memiliki keunggulan komparatif dan layak didorong ekspornya untuk mengungkit kinerja ekspor secara keseluruhan.
Di sisi lain, upaya menekan impor terus berlanjut, terutama barang-barang konsumsi dan barang yang masih bisa diproduksi sendiri di dalam negeri.
“Tapi barang-barang modal seperti mesin yang bagus untuk investasi, itu jangan direm karena bisa menciptakan output baru dalam ekonomi,” tandasnya.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengurangi impor jasa dengan cara memberi kemudahan investasi di sektor jasa.
Misalnya, membuka rumahsakit-rumahsakit atau sekolah bertaraf internasional di dalam negeri agar tidak perlu banyak orang Indonesia berbondong-bondong berobat dan bersekolah ke luar negeri.
Kemenko Perekonomian saat ini tengah merancang sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk sektor jasa.
Di antaranya KEK pendidikan, KEK kesehatan, KEK ekonomi kreatif, hingga KEK ekonomi digital.
“Ini harapannya untuk bisa mensubtitusi kebutuhan jasa kita di dalam negeri,” kata Iskandar.
Donald Trump Ancam Tarif Lebih Tinggi

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih terus mengancam China menjelang pertemuan G20 di Osaka, Jepang, akhir Juni ini.
Trump mengatakan siap memberlakukan putaran tarif impor lanjutan terhadap China jika tidak ada kemajuan negosiasi pada konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 nanti.
Ini adalah pernyataan Trump kesekian kali setelah kegagalan negosiasi ketika AS menaikkan tarif impor China dari 10% menjadi 25% pada 10 Mei, di antara dua hari pertemuan kedua negara di Washington.
Trump mengatakan dia berharap bisa bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada KTT 28-29 Juni di Osaka, Jepang. China belum mengonfirmasi adanya pertemuan ini.
Pekan lalu, Trump mengatakan akan menentukan tarif impor atas US$ 300 miliar produk dari China setelah KTT G20.
Asal tahu, Departemen Perdagangan AS telah meminta konsultasi publik terkait rencana penerapan tarif ini sejak pertengahan Mei lalu sehingga diperkirakan kenaikan tarif siap diimplementasikan setelah akhir Juni.