Asik Intip Tetangga Mandi, Driver Ojol Cabul Jatuh dari Plafon lalu Aniaya Korban
Aksi cabul seorang driver ojol terungkap setelah terjatuh dari plafon kamar mandi kos-kosan di Bali pada Selasa (11/6/2019).
TRIBUNBATAM.id - Aksi cabul seorang driver ojol terungkap setelah terjatuh dari plafon kamar mandi kos-kosan di Bali pada Selasa (11/6/2019).
Pelaku yang berprofesi sebagi driver ojol tersebut bernama Dwi Apriyanto (32) ketahuan mengintip korban Ni Kadek Santrika (21) yang kala itu sedang mandi di kamar kosnya di Jalan Kapten Japa Gang XVIII Denpasar, Bali.
Saat ketahuan, pelaku jutru menganiaya korbannya secara brutal menggunakan benda tumpul dan sajam sampai Santrika nyaris kehilangan nyawanya.
Bagaimana kronologi selengkapnya? berikut informasinya untuk Anda.
• Moms, Ingat Yaa Jangan Makan Malam dengan 5 Jenis Makanan Ini, Bisa Bikin Kegemukan dan Susah Tidur
• Ini Jadwal Seleksi Sekolah Kedinasan 2019 di 6 Instansi, Mulai dari Badan Siber Hingga Kemenhub
• HP SMARTPHONE BARU 2019, Oppo A1K Segera Beredar, Ini Spesifikasi, Harga, dan Varian Warnanya
• Mantan Suami Menikah Lagi dengan Penyanyi Cantik, Ini Kabar Diana Pungky yang Jarang Disorot Media
1. Awal Terjadinya Insiden
Melansir informasi yang telah dihimpun Tribun Bali, kejadian tak terpuji tersebut terjadi di siang bolong, sekitar pukul 13.30 WITA.
Kadek Santrika awalnya merasa curiga karena mendengar suara berisik yang berasal dari sebelah kamar mandi kamarnya.
Kecurigaan tersebut lantas meningkat hingga ia menduga adanya kehadiran seseorang.
Setelah menuntaskan mandinya dan memakai handuk, Kadek Santrika bermaksud keluar kamar mandi.
Namun tak disangka-sangka, korban dikejutkan dengan kehadiran pelaku yang terpeleset dan jatuh dari atas plafon.
Pelaku terjatuh sampai menimpa Kadek Santrika.
Karena aksi bejatnya ketahuan, driver ojol cabul tersebut jadi malu dan langsung berubah menjadi beringas
2. Pelaku Lakukan Kekerasan dengan Benda Tumpul dan Sajam
Driver ojol yang berasal dari Bandar lampung ini kemudian menghantamkan palu ke kepala Kadek Santrika.
Korban kala itu berusaha menepis perlakuan kasar pelaku, namun tidak membuahkan hasil.
Pelaku lantas kembali melancarkan aksinya dengan mencekik korban sekuat-kuatnya.
Korban mencoba berteriak meminta tolong kemudian tergulai lemas dengan beberapa luka serius di tubuhnya.
Tak berhenti disitu, pelaku juga menusuk korban menggunakan gunting hingga mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya.

Akibatnya insiden mengerikan tersebut, korban mengalami 10 luka robek pada bagian kepala akibat benda tumpul, dan 6 luka robek di tangan akibat benda tajam.
Luka lainnya yang dialami korbanyakni satu luka robek di perut sekitar 10 centimeter di atas pusar, dan satu luka robek di bagian kiri perut akibat benda tajam.
3. Pengakuan Tetangga Sekitar
Ketika peristiwa kekerasan terjadi, teriakan korban sempat didengar oleh seorang pedagang kopi, Endang Suretmi (60), yang berjualan tidak jauh dari TKP.
Tak tinggal diam, Endang kemudian memberitahu kepada tetangga korban lainnya yang berada di kos yakni Mansur (54).
Keduanya lantas bergegas mencari sumber teriakan korban.
Setelah ditemukan, Mansur mendobrak lalu pintu kamar mandi di lokasi kejadian.
Saat melihat kondisi korban yang tergulai lemas, Mansur lantas segera menolongnya.
Namun sebelumnya, kedua saksi yang hendak mendobrak pintu kamar mandi, sempat melihat dan menghalangi pelaku.
"Kata saksi, sempat ada perlawanan dari pelaku, saling dorong juga saat di lokasi," ungkap pihak kepolisian.
Setelah beberapa saat, akhirnya para saksi berhasil menolong korban yang saat itu dalam posisi tanpa busana dan penuh bercak darah di kepala dan tangan korban.
Palu yang digunakan untuk melakukan kekerasan lalu diambil Mansur.
Driver ojol tersebut lantas diseret keluar kamar mandi sembari meminta ampun kepada Mansur.
Namun sialnya, saat saksi menolong korban, pelaku buru-buru mengganti pakaian di kamarnya dan berhasil melarikan diri dari tempat kosnya ke arah Jalan Letda Reta.
4. Klarifikasi Kapolsek Denpasar Timur
Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol I Nyoman Karang Adiputra yang dikonfirmasi Selasa (11/6/2019) malam, membenarkan peristiwa nahas ini.
“Sekarang kita masih lidik," ujarnya singkat.
Ia juga menerangkan motif pelaku melakukan tindakan kekerasan tersebut.
"Dugaan motifnya karena mengintip korban mandi. Kemungkinan karena ketahuan, pelaku lalu melakukan aksinya," tambah Kompol Karang Adiputra.
pelaku yang berhasil melarikan diri kini menjadi buronan polisi.
"Pelaku masih dicari karena melarikan diri," terangnya.
Sementara korban Kadek Santrika masih di rawat di rumah askit.