Bikin Bangga, Ini Kisah Pasukan Marinir RI yang Pernah Gemparkan Ajang Latihan Tingkat Dunia
RIMPAC, ajang latihan marinir tingkat dunia pernah melibatkan pasukan RI ke dalam momen bersejarah.
TRIBUNBATAM.id - RIMPAC, ajang latihan marinir tingkat dunia pernah melibatkan pasukan RI ke dalam momen bersejarah.
Setiap dua tahun sekali marinir Angkatan Laut dari berbagai penjuru dunia mengadakan sebuah latihan bersama.
RIMPAC atau Rim of The Pacific, adalah latihan perang yang dimotori oleh Armada Pasifik AS (US Pasific Command).
• Devano dan Naura Dijodohkan, Begini Tanggapan Iis Dahlia : Apaan sih jodoh-jodohan
• Ramalan Zodiak Besok 13 Juni 2019, Sagitarius Pesonamu Bikin si Doi Jatuh Cinta, Libra Kerja Keras
• HP SMARTPHONE BARU 2019, Samsung Galaxy M40 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya
• Gelang Pintar Xiaomi Mi Band 4 Berlayar Warna Dirilis, Ini Spesifikasi Lengkap dan Harganya

Latihan ini sudah dilangsungkan sejak tahun 2008 lalu dan menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan.
Negara-negara itu antara lain, Australia, Brunei, Kanada, Cile, Kolombia, Prancis, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Peru, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Tonga, Inggris, dan lainnya.
Indonesia pernah berpartisipasi dan mengirimkan satu kapal perangnya.
Begini kisahnya yang dikutip TribunJatim.com dari Intisari.
TNI AL berpartisipasi dalam RIMPAC pada tahun 2014.
Tentara RI mengirimkan satu buah kapal perang yang berisi lebih dari 200 pasukan korps Marinir.
Peran kapal perang TNI AL yang dikirim ke RIMPAC adalah untuk melaksanakan latihan bersama dengan kapal-kapal perang lain dari berbagai negara.
Sedangkan pasukan Marinir TNI AL melaksanakan latihan perang di daratan Hawai.
Saat itu, materi latihan bersama yang dilakukan para prajurit Marinir dari seluruh penjuru dunia ada beberapa jenis.
Antara lain yakni Operasi Evakuasi non-Combatant (NEO), Latihan Koordinasi Dukungan Api (FSCEX), Program Combine Marksman (Live Fire), Operasi Amfibi / Transisi MAGTF C2Ashore, Mendukung Eksperimen, Latihan Posko Perintah (CPX), Integrasi AAV.
Ada juga, latihan Parameter dalam Raid Combat Mechanical and Cooperation Tanki, Latihan Tembak Senjata Kecil, Tembak Baterai (Meriam) Utama, Interoperabilitas dengan Pasukan Koalisi, Kerja Sama Penggerebekan Amfibi, Pendaratan Deck Helikopter Malam, Menggabungkan Program Marksman, Transisi MAGTF C2 Ashore dan Mendukung Eksperimentasi, dan Pos Komando Latihan (CPX).
Latihan yang begitu banyak dan membutuhkan tenaga yang banyak itu juga berhasil dilalui oleh Marinir TNI AL asal Indonesia.
Marinir TNI AL rupanya sejak pertama kali kedatangannya sudah begitu menarik perhatian.

Apa yang membuat hal itu terjadi? Tak lain dan tak bukan adalah karena fisik para Marinir TNI AL.
Marinir TNI AL selalu menarik perhatian karena dari ukuran badan dibandingkan para marinir dari negara-negara AS dan Eropa, ukuran badan para personel Marinir termasuk kecil.
Selama menjalani latihan, tak jarang tentara Indonesia selalu diremehkan karena postur tubuh.
Bahkan, beberapa pimpinan dan jenderal dari negara tetangga banyak yang pesimis tentara Indonesia bisa mengikuti acara RIMPAC.

Mereka begitu diragukan bisa mengikuti rangkaian RIMPAC yang latihannya sangat bergaya Marinir Amerika Serikat.
Meski diremehkan, perjuangan para Marinir TNI AL tidak mudah putus dan berhenti begitu saja.
Selama menjalani perang dan rangkaian simulasi yang terkenal begitu berat rupanya para prajurut TNI AL justru yang paling bersemangat.
Dari mereka banyak yang berhasil meraih penghargaan prestisius di luar dugaan.

Medali penghargaan dari Marinir AS yang berhasil diraih para prajurit Marinir TNI AL itu antara lain, medali berlogo hewan Godxilla yang melambangkan ketangguhan, kekuatan, dan keperkasaan seorang prajurit Marinir.
Dengan sejumlah prestasi yang diperoleh prajurit Marinir TNI AL, para Marinir dari negara lain, khususnya dari Marinir AS (USMC) pun dibuat terheran-heran.
Pasalnya para prajurit USMC yang kebanyakan berbadan raksasa itu merasa ‘tak berdaya’ ketika harus berlomba baik dalam ketrampilan berperang maupun ketahanan fisiknya saat latihan perang.

Masyarakat dan banyak negara lain semakin mengapresiasi fisik Marinir TNI AL setelah mereka tahu fakta mengejutkan lainnya.
Acara RIMPAC yang diikuti Marinir TNI AL tersebut dilaksanakan pada bulan Mei 2014.
Bulan Mei 2014 menjadi bulan umat Muslim merayakan bulan puasa menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.
Sehingga pada saat itu banyak prajurit Marinir dari negara lainnya tak kalah kaget dengan kekuatan Indonesia.