Ini Akibatnya Bagi Kesehatan Jika Kentut dan Sendawa Ditahan-tahan, Berikut Penjelasannya
kentut dan sendawa yang dilakukan secara sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan kentut atau sendawa juga bukan hal yang dianjurkan.
TRIBUNBATAM.id - Siapa pun Anda, pasti sering kali merasa ingin mengeluarkan gas alias kentut atau bersendawa, hal yang alami terjadi.
Namun, terkadang kita merasa tidak enak untuk membuang gas atau bersendawa, karena dianggap tidak sopan.
Ya, kentut dan sendawa yang dilakukan secara sembarangan memang tidak sopan, tetapi menahan kentut atau sendawa juga bukan hal yang dianjurkan.
Sebelumnya, pernahkah bertanya-tanya bagaimana bisa terjadi kentut? Kentut berasal dari gas.
• Banyak yang Tidak Tahu, Diam-diam Limbad Kuasai 3 Bahasa dan Bergelar Profesor Doktor Honoris Causa
• Cegah Kanker Payudara Sejak Dini, Ini Cara Mendeteksi Lebih Awal Mengetahuinya
• Kisahnya Viral, Bayu Bocah Yatim Piatu Penjual Keripik Ini Diajak Khusus Nonton Laga Timnas
• Warung Kopi Terima Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya, Ini Arti dari Slogan Sesungguhnya
Ketika tubuh mencoba untuk membuang penumpukan gas, tubuh akan mengeluarkan dengan dua cara.
Pertama, gas akan keluar melalui sendawa. Kedua, gas akan keluar dengan cara kentut yang keluar melalui anus.
Sendawa dan kentut berasal dari kebanyakan menelan udara. Ketika kita sedang berbicara atau mengunyah permen karet, menelan udara berlebihan memang tidak dapat dihindari.
Ada juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan gas berlebihan. Makanan tersebut harus difermentasi sehingga menimbulkan asam dan gas.
Gas yang berlebihan terjadi ketika terperangkap di usus, sehingga menyebabkan perut kembung.
Pelepasan gas pada perut dikaitkan dengan jumlah gas pada usus, dan bergantung pada aktivitas motorik usus.
Berikut ini beberapa alasan gas berlebihan terperangkap di dalam tubuh:
- Menelan udara, proses ini dipicu oleh perubahan otot yang mengontrol asupan udara. Kita mungkin memakan terlalu cepat dan tidak mengunyah makanan dengan sempurna, sehingga makanan sulit untuk dicerna.
- Akumulasi gas yang berbau, kentut yang berbau disebabkan bakteri usus besar yang memproduksi gas selama fermentasi sisa makanan yang tidak diserap.
- Perubahan bakter, gas juga bergantung pada komposisi bakteri yang tinggal di dalam sistem pencernaan. Setiap orang memiliki komposisi bakteri yang berbeda-beda.
- Sembelit, kondisi ini terjadi karena perpanjangan proses fermentasi makanan dalam sistem pencernaan, yang meningkatkan produksi gas di dalam tubuh.
• Bawa 45 Penumpang, Bus Pariwisata Tabrak Truk Tangki di Jalan Padang-Solok Sitinjau Lauik
• Begini Kata-kata Ustaz Yusuf Mansur Nasihati Putrinya, Begitu Mengharukan
• Agar Bisa Tetap Makan Bersama Neneknya Bocah Yatim Piatu Ini Banting Tulang Jualan Keripik
• Ramalan Zodiak Senin 17 Juni 2019, Cancer Tertantang, Taurus Pemarah, Leo Kerja Keras
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kentut-di-depan-pasangan.jpg)