Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

BPJS Kesehatan Anambas Bidik Pengusaha Mikro Jadi Peserta Jaminan Sosial

Perusahaan mikro Berbasis usaha keluarga menjadi salah satu perhatian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Anambas, Kepri

Editor: Aminudin
Tribun/Septyan Mulia Rohman
Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas Kamis (20/6/2019) 

Laporan Tribunnews Batam, Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Perusahaan mikro Berbasis usaha keluarga menjadi salah satu perhatian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Anambas, Kepri.

Hal tersebut dikarenakan masih ada perusahaan yang belum mendaftarkan perusahaan maupun pekerjanya ke BPJS.

Padahal Peraturan Pemerintah nomor 86 tahun 2013, jelas mewajibkan seluruh perusahaan maupun pekerja untuk terdaftar di BPJS.

"Untuk perusahaan berskala besar ‎sudah hampir terdaftar semuanya. Hanya perusahaan mikro Berbasis keluarga yang masih menjadi kendala," ujar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kepulauan AnambasDebi Mersah , Kamis (20/6/2019).

Beberapa hal diketahui menjadi sebab mengapa perusahaan berskala mikro masih belum mendaftar ke BPJS.

Salahsatunya pendapatan yang tidak pasti yang berdampak pada kesanggupan perusahaan untuk membayar iuran per bulan yang telah diatur di BPJS.

Baca juga: Cara Menggunakan Kartu BPJS Kesehatan untuk Berobat saat Berada di Luar Kota

Meski mengklaim jumlahnya tidak banyak, namun sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat akan pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan terus dilakukan, hingga menyasar sampai ke tingkat desa.

Dalam Peraturan Pemerintah tersebut juga diatur sanksi bagi pekerja maupun perusahaan yang tidak mendaftar BPJS. Mulai dari teguran tertulis, pemberian sanksi administrasi, penundaan pengurusan izin, sampai sanksi denda dan kurungan penjara.

"Untuk penegakan kepatuhan, kami bermitra dengan kejaksaan. Untuk di Anambas, sebagian besar patuh. Karena sebagian besar dicover oleh Pemerintah Daerah melalui segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD," ungkapnya.

‎Debi juga mengatakan, per 1 Januari 2018, Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat predikat Universal Health Coverage (UHC). Ini artinya hampir seluruh masyarakatnya sudah terdaftar sebagai JKN-KIS dri berbagai segmen jenis kepesertaan. Selain Anambas, baru Kabupaten Natuna yang diketahui mendapat predikat serupa.

Ia juga mnjelaskan kalau terdapat beberapa klasifikasi peserta mulai dari Peserta Bantuan Iuran melalui APBD maupun APBN, dengan peserta bukan PBI yakni pekerja bukan penerima upah ‎semisal PNS, PTT, TNI/Polri sampai anggota DPRD. Jenis kepesertaan berikutnya yakni kepesertaan mandiri yang terdiri dari tiga segmen kelas. Dan yang terakhir bukan pekerja seperti pensiunan PNS, TNI/Polri, termasuk veteran dan perintis kemerdekaan.

"Untuk mendapat predikat UHC ini, minimal 95 persen penduduk sutu kabupaten/kota memperoleh seluruh segmen JKN-KIS. Alhamdulillah, untuk Anambas mendapat yang pertama," ungkapnya.

(tribunbatam.id/septyanmuliarohman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved