Breaking News:

Harga Premium Mahal, Warga Tanjungpinang Ini Ciptakan Sendiri Bensin dari Sampah Plastik

Proses pengolahan sampah plastik yang menghasilkan bensin dan solar ini juga hanya memakan waktu 3 jam saja dalam proses pembakaran sampah di dalam ta

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Zabur Anjasfianto
TRIBUN BATAM/ALFANDI
TPA Ganet Tanjungpinang 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Kembangkan dan gunakan ilmu yang didapat dari pelatihan untuk mengelolah sampah plastik, Suardi pengawas UPTD TPA Ganet Tanjungpinang, Kepri berhasil kelolah sampah plastik menjadi hasilkan bensin dan solar di TPA Ganet.

Suardi yang baru setahun lebih bekerja sebagai pengawas di TPA Ganet Tanjungpinang ini, memang tidak diragukan lagi atas kepintaran dan kemampuannya untuk menyalurkan ilmunya saat mengikuti pelatihan di Bekasi 6 tahun lalu.

Sebab dirinya bisa memanfaatkan sampah plastik untuk diolah menjadi menghasilkan bensin dan solar.

Hal itupun tercapai dibuat olehnya di TPA Ganet Tanjungpinang.

 Persib Bandung vs Madura United, Robert Ingin Persib Jadi Tim Pertama yang Kalahkan Madura United

 Inilah Indramawan, Toke PT Kiat Unggul yang Ditangkap Polisi, Imbas Kebakaran Pabrik Korek di Binjai

 3 Guru dan 3 Siswi SMP Ini Pesta Terlarang di Sekolah, Terbongkar saat Ada yang Hamil

 Christina Aryani, Si Cantik Pembela Jokowi-Maruf di Sidang MK, Melenggang ke Senayan

Adapun sejumlah alat yang digunakan untuk memproduksi solar dan bensin yang dirakit oleh Suardi sendiri, juga diambil dari sisa-sisa barang sampah yang dibuang warga di TPA Ganet Tanjungpinang.

Proses pembuatan alat ini juga tidak memakan waktu lama, kurang lebih tiga hari saja untuk merakitnya.

"Jadi alat-alat yang ada ini adalah hasil dari rakitan kita sendiri dengan memanfaatkan sejumlah sampah yang dibuang di TPA Ganet ini,"ucapnya.

Proses pengolahan sampah plastik yang menghasilkan bensin dan solar ini juga hanya memakan waktu 3 jam saja dalam proses pembakaran sampah di dalam tabung yang hanya bisa memuat 5 kilogram sampah plastik.

Jenis sampah plastik yang diolah juga bukan semua sampah plastik bisa digunakan, melainkan sampah plastik berupa kantong plastik putih atau bening.

Selama proses pembakaran akan menghasilkan uapan yang menghasilkan 2,5 liter bensin dan 1,5 liter solar yang otomatis akan masuk di dalam kedua botol yang sudah disediakan selama proses pembakaran.

"Jadi dalam proses pembakaran ini ada dua tabung yang disediakan pada alat yang saya rakit ini, yaitu tabung bagian atas menghasilkan bensin ke dalam botol yang ada dan tabung 
kedua mengalirkan solar dari hasil uapan,"terangnya.

Lanjutnya, untuk proses pembakaran dirinya juga menggunakan gas metan. Gas metan ini merupakan gas hasil endapan tumpukan sampah yang sudah dikelolah di TPA Ganet.

"Jadi gas hasil endapan sampah itu kita tangkap dan gunakan untuk memasak dan membakar sampah pada proses pengelolahan sampah plastik ini,"ujarnya.

Sementara itu, saat disinggung sampai sejauh ini apakah sudah ada apresiasi dan tanggapan dari pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang atas hasil yang dilakukannya, Suardi menyebutkan Pemko sudah merespon dan mengapresiasi usaha dirinya untuk pengelolaan sampah plastik menjadi solar dan bensin.

Hasil Pertandingan Liga 1 Pekan ke-5 Persib Kembali Gagal Menang, Bali United Sempurna

Hasil AKhir Copa America 2019 - Kalahkan Qatar 2-0, Argentina ke Perempat Final

Buntut Keracunan dan Menewaskan Dua Warga, Polisi Periksa Tiga Penjual Pindang Ikan Mas

Berawal dari Curhat, Berikut Fakta-fakta 3 Oknum Guru SMP Pesta S3ks dengan Siswa di Kelas

"Alhamdulilah dari pemko sudah merespon dan mendukung.Nanti kita akan kembangkan lagi volumenya.Kita akan membuat dari stanles, dan mudah-mudahan bisa tercapai,"tuturnya.

Suardi juga menambahkan, untuk hasil pengolahan sampah plastik menjadi bensin dan solar ini, sudah digunakan oleh salah satu temannya untuk kendaraan sepeda motor dan hasilnya bisa digunakan tanpa ada masalah pada motornya.

Namun dirinya mengaku, bahwa bensin dan solar yang dihasilkan itu belum melakukan uji dari hasil Laboratorium. (tribunbatam.id/alfandi simamora)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved