Pendiri Presidium Alumni 212 Ini Serukan Persatuan di Tengah Aksi Unjuk Rasa Kawal Sidang Putusan MK

Presiden Alumni 212 akhirnya mengimbau peserta aksi kawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK) melupakan persoalan 01 dan 02.

Pendiri Presidium Alumni 212 Ini Serukan Persatuan di Tengah Aksi Unjuk Rasa Kawal Sidang Putusan MK
Tribunnews.com/Rina Ayu
Pendiri Presidium Alumni 212 Amirudin saat ditemui dalam kegiatan halal bi halal bertajuk "Indonesia Sejuk" di Shangrilla Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019. 

TRIBUNBATAM.id - Seruan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah aksi unjuk rasa mengawal putusan Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019) digaungkan Pendiri Presidium Alumni 212.

Pendiri Presiden Alumni 212 akhirnya mengimbau peserta aksi kawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK) melupakan persoalan 01 dan 02.

Peserta diharap mengedepankan menjaga Persatuan Indonesia sesuai sila ketiga Pancasila.

"Sila kita nomor 3 adalah Persatuan Indonesia ayo kita lupakan 01 dan 02 ayo kita kosong-kosong ya," ujar seorang pendiri Presidium Alumni 212 Amirudin saat ditemui dalam kegiatan halal bi halal bertajuk "Indonesia Sejuk" di Shangrilla Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019).

Hari ini bertepatan dengan putusan sengketa pemilu di MK.

Kegiatan silaturahmi yang digagas Forum Rekat ini mempertemukan, Menteri Pertahanan (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu dengan perwakilan Presidium Alumni 212 serta tokoh agama lain.

Kegiatan bertujuan untuk kembali mempererat hubungan pasca Pemilu yang terpecah belah akibat perbedaan politik.

Amirudin mengatakan, kegiatan massa yang mengawal sidang Mahkamah Konstitusi (MK) itu, bukanlah hal yang salah selama tak melanggar batas.

 Kabar Baik Jelang KTT G20 Osaka, Trump dan Xi Jinping Lakukan Gencatan Senjata Terkait Tarif Baru

Pemko Tanjungpinang Verifikasi Data Peserta BPJS Kesehatan, Ternyata Ada 11 Ribu Penunggakan

Guru TK di Thailand Ini Viral Karena Punya Salam Khas Untuk Siswanya, Pengen Jadi Siswanya deh

Pembuatan Jas dan Pin Emas Anggota DPRD Kota Batam Terpilih, Harganya Capai Setengah Miliar

"Artinya itu bagus itu bagian dari demokrasi yang harus kita hormati dan konstitusi mengatur itu. Jadi jangan demokrasi itu dikekang akhirnya saluran mampet dan bisa meledak. Ledakan-ledakan dan letupan terjadi karena dikekang dan ditekan," ungkap dia.

Sebelumnya di kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu memprediksi pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) situasi secara nasional aman.

"Saya rasa dari kita lihat situasi itu saya lihat jauh lebih aman. Ini 212 bersama-sama berdoa supaya bersatu apalagi, semua berdoa agar tidak terjadi. Doa 60 orang sudah didengar Tuhan, insyallah (aman)," ujar dia.

Halaman
1234
Editor: Thom Limahekin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved