Kabar Baik Jelang KTT G20 Osaka, Trump dan Xi Jinping Lakukan 'Gencatan Senjata' Terkait Tarif Baru
Keputusan Donald Trump untuk menunda tarif baru sebesar 25 persen adalah untuk menghormati Xi Jinping pada pertemuan pekan ini di KTT G20 Osaka.
TRIBUNBATAM.ID - Sehari menjelang KTT G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, ada kabar baik yang bisa melegakan para pengusaha dunia yang cemas dengan perang dagang AS vs China.
Ke dua negara sepakat melakukan "gencatan senjata" atas ketentuan tarif baru yang hendak diterapkan untuk mendinginkan suhu pertemuan Prtesiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Tarif baru diperkirakan akan ditunda dan kedua belah pihak menyiapkan pernyataan terpisah, demikian dilansir TribunBatam.id dari South China Morning Post, mengutip pernyataan sumber.
Sumber tersebut mengatakan, keputusan Donald Trump untuk menunda tarif baru sebesar 25 persen adalah untuk menghormati Xi Jinping pada pertemuan pekan ini di Osaka.
• Polisi Thailand Temukan 54 Karung Berisi 5 Juta Butir Ekstasi dan 154 Kilo Sabu di Gua Dalam Hutan
• Donald Trump Mernambah Daftar Hitam Perusahaan Teknologi China Beberapa Hari Jelang KTT G20 Osaka
• Sekitar 2.500 Wartawan Dunia Liput KTT Trump-Kim di Singapura. Dua Jurnalis Korsel Dideportasi
• Hari Pertama KTT G7, Presiden Donald Trump Dikucilkan Para Koleganya Sendiri
KTT G20 Osaka digelar pada 28-29 Juni besok, dihadiri oleh 20 negara yang termasuk anggota G20, termasuk Indonesia, serta sejumlah negara peninjau yang diundang.
AS dan China secara tentatif menyetujui gencatan senjata lain dalam perang dagang mereka untuk melanjutkan perundingan yang bertujuan menyelesaikan perselisihan, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Rincian perjanjian tersebut dituangkan dalam siaran pers sebelum pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Osaka, akhir pekan ini, menurut tiga sumber: satu di Beijing dan dua di Washington.

Gencatan senjata itu akan mencegah putaran tarif berikutnya dengan tambahan tarif US $ 300 miliar impor China oleh AS, meliputi hampir seluruh jenis barang yang beredar di AS, termasuk kebutuhan rumah tangga.
Pemerintahan Trump sebelumnya mengancam akan menerapkan bea hingga 25 persen untuk seluruh produk asal China jika perundingan akhir pekan ini berjalan buntu.
"Perasaan Presiden Trump memjang selalu dapat berubah sewaktu-waktu," kata sumber itu. "Tapi kue gencatan senjata tampaknya sudah dipanggang."
Baik Gedung Putih maupun Kantor Perwakilan Dagang AS tidak memiliki komentar atas laporan tersebut.
Trump menegaskan pada hari Rabu bahwa ia siap untuk memberlakukan tarif tambahan pada China jika pembicaraan di Osaka gagal, tetapi bea tambahan bisa dimulai pada 10 persen.
Seorang pejabat senior administrasi Trump mengatakan kepada POLITICO awal pekan ini menyebutkan kemungkinan tarif dapat ditunda, tetapi memperingatkan bahwa “tidak ada yang pasti. Sama sekali tidak ada."
• Dampak Perang Dagang AS vs China, Singapura Tinjau Kembali Pertumbuhan Ekonomi 2019
Tidak jelas apakah Trump akan memberikan tenggat waktu apa pun untuk pembicaraan untuk mencapai kesepakatan, seperti yang dia lakukan sebelumnya.
Dua sumber menyarankan tenggat waktu enam bulan, yang merupaakan tenggat waktu pada akhir tahun.