PPDB SMKN 6 Kota Batam Ketat, Tes Kesehatan Sampai Wawancara, Peserta Buta Warna Tidak Diterima

Beberapa sekolah pun turut dipenuhi oleh para calon siswa yang datang bersama orangtuanya untuk melakukan registrasi tahap awal dalam proses penerimaa

Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Seorang calon siswa SMA Negeri 3 Batam menulis antrean nama, alamat dan nomor handphone di batang pohon sebelum diverifikasi, Senin (1/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 untuk tingkat SMA dan SMK di Kota Batam, Provinsi Kepri telah dimulai sejak Senin (1/7/2019) sejak pagi.

Beberapa sekolah pun turut dipenuhi oleh para calon siswa yang datang bersama orangtuanya untuk melakukan registrasi tahap awal dalam proses penerimaan.

Hal tersebut pun diakui oleh Kepala Sekolah SMKN 6 Batam, Deden.

Deden mengatakan, untuk menampung antusiasme para calon peserta didik, pihaknya telah mempersiapkan sebanyak 10 kelas untuk menampung siswa baru nantinya.

"Untuk tahun ini, RDT kami berjumlah 10 kelas dengan total siswa sebanyak 360 orang," ucapnya.

Ratusan orangtua calon siswa di SMAN 3 Batam sudah antre untuk PPDB di sekolah tersebut, Senin (1/7/2019)
Ratusan orangtua calon siswa di SMAN 3 Batam sudah antre untuk PPDB di sekolah tersebut, Senin (1/7/2019) (TRIBUNBATAM.id/SIHAT MANALU)

Promosikan Spider-Man: Far From Home ke Korea Selatan, Jake Gyllenhaal Kepergok Jadi Fans BLACKPINK

Jarang Diketahui, Bekas Panglima Bongkar Alasan Soeharto Tak Singkirkan Pejabat Ini Meski Berkhianat

Jangan Terburu-buru Membeli Mobil Baru, Pertimbangkan 5 Hal Ini

Pelaku Jambret yang Ditembak Ternyata Tukang Parkir di Nagoya Batam

Suasana PPDB di SMAN 3 Batam, Senin, 1 Juli 2019
Suasana PPDB di SMAN 3 Batam, Senin, 1 Juli 2019 (TRIBUNBATAM.id/SIHAT MANALU)

Deden juga menambahkan, untuk proses pendaftaran sendiri dilakukan secara online.

Menurut Deden, sistem ini diharapkan dapat menjawab segala keresahan yang menuding penerimaan peserta didik baru dilakukan secara tidak transparan.

"Selain itu, sekolah sebagai instansi, juga harus memaksimalkan pelayanan publik agar dilakukan secara adil. Mengingat sistem teknologi semakin berkembang pesat," tambahnya.

Deden juga menjelaskan, untuk di SMKN 6 Batam sendiri, pihaknya juga akan melakukan beberapa tes tambahan dalam menjaring tiap peserta didik nantinya.

"Kami juga akan melakukan tes kesehatan, tes tertulis, serta wawancara. Jadi, jika calon siswa mengalami buta warna, maka tidak dapat masuk ke jurusan teknologi," jelasnya lagi. (tribunbatam.id/dipanusantara)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved