Kisah Kompol Faisal Syahroni Brimob Polda Kepri BKO ke Jakarta Amankan Pemilu 'Saya Rindu Anak'
Kompol Faisal Syahroni satu dari 300 personel Brimob Polda yang BKO di Polda Metro Jaya. Pria lulusan Akpol tahun 2001 ini mendapat mandat sebagai Da
"Jadi kondisi ini sudah terbiasa. Tapi sebagai ayah terhadap anak dan kepala keluarga bagi istri, rasa rindu dan was-was pasti ada," kata Faisal.
Faisal yang masih memegang tongkat komando saat diwawancara itu mengatakan, bukan gampang BKO ke Polda Metro Jaya.
Dia harus bertanggung jawab terhadap 300 personel Yang terdiri dari 200 personel Brimob dan 100 personel Sabhara. Apa lagi yang dihadapi daerah penugasan baru.
"Tapi semua terlewati asalkan niat ikhlas dan baik," ujarnya.
Dikisahkan Faisal, saat menghadapi massa di Jakarta beberapa waktu lalu cukup sulit baginya.
Bukan sulit untuk menindak. Akan tetapi, sebagai sesama anak bangsa sulit baginya dan takut terjadi gesekan yang meluas.
"Tapi alhamdulillah, berjalan sesuai rencana. Aman tentram. Karena mereka juga saudara kita. Tapi terlewatkan semua," katanya.
Penugasan di daerah rawan konflik, bukan kali pertama bagi Faisal.
Bahkan oleh Mabes Polri telah mengutus salah satu dia dalam rangka penugasaan PBB di Darfur, Sudan yang berbatasan dengan Republik Afrika Tengah dan Chad pada 2011 lalu.
Daerah ini merupakan daerah konflik.
"Di Negara Sudan itu sekitar 13 bulan lamanya bertugas di sana. Meninggalkan istri sebentar demi tugas sudah biasa. Ya di kuat-kuatkan saja," katanya.
Sejak 2001 lulus dari Akpol, tugas Faisal sudah melalang buana.
Mulai dari Aceh, Ambon, Poso, Papua, Polda Kepri. Faisal bersama 299 personel Polda Kepri ini pulang dengan pesawat carteran dari maskapai Lion Air dan melalui terminal VVIP Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa (2/7/2019) pagi.
Mereka pulang dengan selamat.(tribunbatam.id/leo Halawa)