Risma Tanggapi Keras Kasus Pengeroyokan Bocah Perempuan Oleh 8 Orang di Surabaya, Ini Sikapnya

Tri Rismaharini, Walikota Surabaya langsung bereaksi melihat video viral bocah perempuan dikeroyok 8 orang

Risma Tanggapi Keras Kasus Pengeroyokan Bocah Perempuan Oleh 8 Orang di Surabaya, Ini Sikapnya
instagram
Perintah Risma Intervensi Bocah Korban Pengeroyokan 8 Orang di Surabaya 

TRIBUNBATAM.id - Tri Rismaharini, Walikota Surabaya langsung bereaksi melihat video  viral bocah perempuan dikeroyok 8 orang di Dharmahusada Indah Barat, Surabaya. 

Dilansir dari Surya.co.id, Risma menugaskan kepada Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) untuk mendampingi korban pengeroyokan.

Tak hanya itu, DP5A juga akan berkoordinasi dengan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.

Mau Kuliah di Australia? Inilah Perkiraan Biaya Hidup Mahasiswa di Perth

Pura-pura Beri Tumpangan, Seorang Pria Hipnotis dan Kuras Harta Turis Singapura, Begini Kronologinya

Biar Rumah Tusuk Sate Bikin Hoki, Lakukan Sederet Hal ini

Diingatkan Jangan Suka Selingkuh, Tukang Ojek Bacok Anggota TNI dengan Pedang, Begini Kejadiannya

 

"Tim itu juga bertemu Unit PPA di Polrestabes, nanti hasil laporannya itu akan dilaporkan ke Ibu (Risma). Ibu akan menindak lanjuti laporan itu, biarkan proses itu berjalan, tapi pemerintah kota pasti akan intervensi dari sisi keluarga (korban)," tutur Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, Jumat (5/7/2019).

Ia menambahkan, Risma memberikan perhatian besar terhadap kasus ini, karena ia fokus pada permasalahan anak dan sosial.

"Konsentrasi ibu yang besar itu kepada Sumber Daya Manusia, pendidikan, kesejahteraan, nah persoalan sosial ini kan berefek, pasti ibu perhatian di situ," imbuhnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun, mengatakan TKP video memang benar berada di Perumahan Galaxy Dharmahusada Indah Barat Surabaya, namun rumah pelaku di Jojoran, Gubeng.

"Iya benar TKP-nya di lokasi perumahan. Tapi rumahnya di Jojoran, Kecamatan Gubeng," katanya.

DP5A kini tengah melakukan pendampingan psikologis, karena korban maupun pelaku adalah anak-anak. 

Pengakuan Korban

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved