Bang Jack, Polisi yang Pernah Dikira Penjahat Hingga Tertembak 11 Peluru, Ini Kisahnya
Ia mengaku sempat tak dikenali sebagai anggota polisi kala ia menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Bandung, Jawa Barat
Akibatnya, ada delapan peluru yang ditembakkan tersangka kepada Bang Jack.
"Saat kita menangkap tersangka, kita terlibat baku tembak. Gue terkena 11 peluru, yakni bagian dada daerah jantung ada 2, bagian hati ada 1, perut sebelah kiri ada 2, perut sebelah kanan ada 2 juga, di atas perut ada 1, dan 3 peluru di lengan bagian kiri," jelas Bang Jack.
"Tiga peluru di bagian lengan enggak bisa diangkat karena sudah hancur dan menyatu dengan tulang. Tangan gue harus diamputasi, tapi gue menolak. Alhamdulillah sampai sekarang gue masih bisa hidup dan tangan gue masih bisa digerakkan," lanjutnya.
Bang Jack mengungkapkan, peluru yang bersarang di tubuhnya tak menghentikan langkahnya untuk terus mengepung tersangka.
Ia dan anggota tim Jatanras lainnya tetap berusaha menangkap tersangka.
Bang Jack mengatakan, prinsip kerja yang selalu ia pegang selama bertugas adalah polisi tidak boleh kalah pada tersangka tindak pidana.
"Kita sebagai polisi sudah tau risiko tugas sebagai anggota lapangan. Polisi enggak boleh kalah sama penjahat. Itu prinsip hidup gue. Apa pun yang terjadi sama gue, penjahat itu harus bisa gue tangkap," tegasnya.
Walaupun banyak kasus tindak pidana yang ia ungkap, Bang Jack mengaku tak pernah menganggap hal itu sebagai keberhasilannya seorang diri.
Ia menilai hal tersebut sebagai wujud keberhasilan sebuah tim.
"Enggak ada di sini namanya polisi hebat sendiri. Adanya kerja sama tim. Kita bukan superman ataupun superhero. Tetap kerja sama tim yang baik," kata Bang Jack.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/07072019_aiptu_jakaria__bang_jack.jpg)