Hingga Subuh Warga di Sulut Ini Masih Mengungsi Takut Tsunami, Ada yang Cuma Bawa Akta Lahir

Hingga Subuh Warga di Sulut Ini Masih Mengungsi Takut Tsunami, Ada yang Cuma Bawa Akta Lahir

Hingga Subuh Warga di Sulut Ini Masih Mengungsi Takut Tsunami, Ada yang Cuma Bawa Akta Lahir
Tribun Manado/Christian Wayongkere
lokasi pengungsian warga di Persimpangan Kauditan Minut dan kondisi warga yang tengah melihat situasi di pantai Kema 

TRIBUNBATAM.id - Gempa bumi ‎7,1 SR yang terjadi Minggu (7/7/2019) malam di barat daya Ternate disebut badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) berpotensi memicu tsunami di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara (Malut).

Gempat terasa hingga ke Desa Kema 1, Kema 2, Kema 3 Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Ratusan warga dari ketiga desa itu langsung pergi keluar rumah untuk mengungsi pasca mendengar informasi akan terjadi Tsunami.

Hasil Final Gold Cup 2019, Gol Tunggal Jonathan Dos Santos Antar Meksiko Juara Gold Cup 2019

Ingin Belanja Mewah di Singapura? Inilah 7 Pusat Perbelanjaan Terpopuler di Marina Bay

Trailler Film Bumi Manusia Trending Youtube, Iqbal Ramadhan Jadi Bintang Utama

Pesan The Jakmania Untuk Pendukung Persija Jakarta Jelang El Clasico Persija vs Persib Bandung

 

"Lari ke tempat aman karena warga Desa Kema 3 so lari karena somo Tsunami jadi torang baku iko lari," kata Vicky war‎ga Desa Kema 2 yang rumah dekat pantai, Senin (7/7/2019) dinihari.

Diwawancarai Tribunmanado.co.id saat pergi mengungsi ke tempat aman di persimpangan Kauditan Desa Kauditan Kecamatan Kauditan Minut, Vicky tidak sempat membawa serta harta benda seperti TV, Kulkas, lemari, kursi dan barang-barang berang lainnya ditinggalkan didalam rumah.

"Cuma bawa akte, surat-surat dengan anak-anak pe surat," tandasnya.

Nontje Kapotih warga Desa Kema 2 yang dijumpai di lokasi pengungsian nampak sedang berjalan tanpa memakai alas kaki.

"Ada mengungsi dari Kema 2. Mengungsi karena takut Tsunami," kata Nontje spontan saat bersua dengan Tribunmanado.co.id.

Tidak ada informasi pasti alias resmi yang diterimanya, hanya karena takut pasca gempa sehingga spontan pergi mengungsi ke tempat yang aman.

"Hanya pakaian di badan yang dibawa dari rumah," tandasnya.

Warga di Desa Kema 1, 2 dan 3 Kecamatan Kema yang rumahnya berada di dekat pantai langsung pergi mengungsi ke wilayah dataran tinggi.

Halaman
123
Editor: Aminnudin
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved