KISAH INSPIRATIF

Modal Awal Rp 500 Ribu, Suamba Raup Omzet Rp 28 Juta Per Bulan di Bisnis Budidaya Pertanian

Kisah Sukses Suamba Bisnis Pertanian, dengan modal Awal Rp 500 Ribu, kini raup omset Rp 28 Juta Per Bulan

Modal Awal Rp 500 Ribu, Suamba Raup Omzet Rp 28 Juta Per Bulan di Bisnis Budidaya Pertanian
Tribun Bali/Alfonsius Alfianus Nggubhu
I Wayan Suamba ditemui Tribun Bali di tempat usahanya, di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali belum lama ini. Kisah Sukses Suamba Bisnis Pertanian: Modal Awal Rp 500 Ribu, Kini Raup Omzet Rp 28 Juta Per Bulan 

Ada lebih dari 30 jenis tanaman yang ia budidayakan saat ini, mulai dari tanaman hortikultura (kubis, brokoli, pepaya, terong, tomat, dll), tanaman perkebunan seperti kopi, dan tanaman kehutanan seperti sengon.

Saat tiba di Tunas Dewata Nursery, Anda akan disambut hangat oleh hamparan bibit tanaman di bawah tenda beratap plastik UV khas tempat pembibitan.

Bisnis pertanian yang digeluti I Wayan Suamba.
Bisnis pertanian yang digeluti I Wayan Suamba. (Tribun Bali/Alfonsius Alfianus Nggubhu)

Suamba mulai membangun bisnis ini tahun 2015. Ia menuturkan bisnis pembibitan ini sebagai salah satu bentuk pelayanannya kepada para petani.

Berawal dari keprihatinannya pada para petani di Desa Kerta yang kesulitan mendapatkan bibit tanaman berkualitas, ia kemudian membuka sentra pembibitan ini.

Selain itu, dunia pertanian yang sudah sangat dekat dengan dirinya, juga menjadi salah satu cambuk baginya untuk tetap bercocok tanam.

 

Kondisi lahan pertanian di Bali yang setiap tahun semakin berkurang juga membuatnya semakin semangat menekuni bisnis di bidang pertanian.

Baginya, sektor pertanian akan selalu dibutuhkan sampai kapanpun meski tergerus oleh sektor-sektor lain yang lebih populer dan mendatangkan penghasilan.

“Selama manusia masih butuh makan, pertanian tidak akan pernah mati,” kata Suamba saat ditemui di kediamannya.

Bisnis pertanian yang digeluti I Wayan Suamba.
Bisnis pertanian yang digeluti I Wayan Suamba. (Tribun Bali/Alfonsius Alfianus Nggubhu)

Dengan modal awal Rp 500 ribu untuk pengadaan sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida.

Ia mengaku selama menjalani bisnis bibit tanaman bukannya tidak memiliki kendala.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved