Cerita Mencekam Pendaki di 'Zona Kematian' Gunung Everest: Seluruh Tubuh seperti Mati Rasa

Kisah tewasnya Thoriq Rizki Maulidan saat mendaki Gunung Piramid, Bondowoso, menjadi perbincangan akhir-akhir ini.

Cerita Mencekam Pendaki di 'Zona Kematian' Gunung Everest: Seluruh Tubuh seperti Mati Rasa
Foto-foto: Imgur
Para korban tewas di Gunung Everest, foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Kisah tewasnya Thoriq Rizki Maulidan saat mendaki Gunung Piramid, Bondowoso, menjadi perbincangan akhir-akhir ini.

Insiden pendakian gunung memang kerap terjadi, bukan hanya di tanah air tapi juga di luar negeri.

Beberapa kasus tercatat adanya kecelakaan pendakian mulai dari Gunung Lawu, Semeru, hingga  Gunung Everest.

Begitu banyaknya antusiasme wisatawan untuk menjajal gunung tertinggi di dunia sehingga jalur pendakian Gunung Everest menjadi macet.

Kisah Pendaki Tewas di Gunung Sebelum Thoriq, Mayat Tak Dikenal di Lawu

Selain Thoriq, 5 Pendaki Ini Meninggal di Gunung, Ada yang Terkena Lemparan Batu

Kemacetan ini membuat banyak pendaki harus menunggu dalam antrian panjang, berisiko kelelahan, kedinginan, dan juga kehabisan oksigen.

Musim ini, Nepal mengeluarkan rekor 381 izin mendaki Gunung Everest.

Ratusan orang berstatus 'tidak terlatih dengan baik' mengambil risiko dan menempatkan hidup mereka sendiri dalam bahaya hanya dengan panduan Sherpa.

Kepadatan di jalur pendakian diduga menjadi penyebab setidaknya empat kematian di gunung tertinggi di dunia itu.

Banyak pendaki menunggu berjam-jam di "zona kematian", yang mana dinginnya cukup pahit, minim oksigen dan medannya sangat berbahaya.

Korban Everest tahun ini adalah yang tertinggi sejak 2014 hingga 2015, ketika gempa bumi besar memicu longsoran dahsyat.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved