Harga Cabai Merah Rp 90 Ribu Per Kilogram di Pasar Maimun Karimun, Ini Kata Muhammad Yosli

Harga cabai mencapai Rp 90 ribu per kilogram di di Pasar Puan Maimun, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Harga Cabai Merah Rp 90 Ribu Per Kilogram di Pasar Maimun Karimun, Ini Kata Muhammad Yosli
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Kondisi Pasar Puan Maimun, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Harga cabai mencapai Rp 90 ribu per kilogram di di Pasar Puan Maimun, Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Dari pantauan TRIBUNBATAM.id, di Pasar Puan Maimun, harga cabai merah sekitar Rp 90 ribu perkilogram.

Padahal biasanya cabai merah berkisar di harga Rp 40 ribu per kilogram.

Kemudian cabai hijau yang biasanya seharga Rp 25 ribu per kilogram saat ini dijual dengan harga Rp 70 ribu per kilogram.

Selain itu cabai rawit yang biasanya seharga Rp 35 ribu per kilogram saat ini dijual sekitar Rp 90 ribu per kilogramnya dan harga cabai kering sekitar Rp 48 ribu kilogramnya. 

Kenaikan juga terjadi pada komoditi bumbu dapur lainnya, semisal bawang merah jawa yang biasanya Rp 28 ribu naik menjadi Rp 40 ribu perkilogramnya.

Luna Maya Kepergok Masak untuk Aktor Tampan Ini, Bukan Faisal Nasimuddin

Hasil Persebaya vs Barito Putera, Hanya Lahirkan Sejumlah Peluang, Babak I Berakhir dengan Skor 0-0

Solo Traveling ke Australia? Inilah 5 Tips yang Wajib Anda Ketahui Terlebih Dahulu

PPDB Bintan, Ada Tiga SMP Kebanjiran Siswa Baru, Ini Strategi Kepala Disdik Bintan

Reyhard, seorang pedagang di Pasar Puan Maimun, naiknya harga komoditi itu terjadi akibat gagal panen.

Hal ini membuat minimnya pasokan komoditi tersebut masuk ke Karimun.

"Efeknya harga jadi naik. Daya beli masyatajat juga turun.

Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019)
Suasana Pasar Bintan Center Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri pada Senin (8/7/2019) (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Biasanya saya bisa menjual 10 kilogram. Tapi kalau sekarang cuma sekilo saja," kata Reyhard kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (8/7/2019).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli membenarkan terjadinya kenaikan harga karena minimnya pasokan dari Jawa dan Medan.

"Kenaikan ini dipengaruhi musim dan juga biaya angkutan yang naik," kata Yosli.

Untuk mengatasi kenaikan harga ini, rencananya cabai akan dipasok dari daerah penghasil lainnya semisal di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat.

"Biasanya kita ambil dari Jawa dan Medan. Di Tanjungbatu ada tapi tidak mencukupi untuk kebutuhan Karimun," ujar Yosli. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved