Rabu, 27 Mei 2026

Mengapa Sutopo yang Gaya Hidupnya Sehat dan Bukan Perokok Bisa Idap Kanker Paru-paru?

Mengapa Sutopo Purwo Nugroho yang bergaya hidup sehat dan bukan perokok bisa terkena kanker paru-paru?

Tayang:
Twitter/jokowi-Sutopo_PN
Kabar Duka, Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou China 

Mereka yang merokok dan terpapar radon memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena kanker paru dibandingkan dengan yang tidak merokok terpapar gas radon.

Gas radon dapat berjalan melalui tanah dan memasuki rumah melalui celah-celah fondasi, pipa, saluran air, atau bukaan lainnya.

2. Perokok pasif

Perokok pasif atau penghirup asap yang dihasilkan dari perokok lain yang tinggal atau bekerja bersama Anda merupakan faktor risiko untuk munculnya kanker paru-paru.

Non-perokok yang tinggal dengan perokok memiliki peningkatan 24% dalam risiko untuk terkena kanker paru-paru bila dibandingkan dengan non-perokok lainnya.

3. Asbes

Ini adalah senyawa yang banyak digunakan di masa lalu, baik sebagai bahan isolasi termal ataupun akustik. Serat mikroskopik asbes terlepas dari bahan isolasi dan terbang melalui udara sehingga mereka dapat terhirup ke dalam paru-paru.

Serat asber dapat bertahan seumur hidup di dalam jaringan paru-paru berikut paparan asbes. Kedua jenis kanker, yaitu kanker paru dan tipe kanker yang dikenal sebagai mesothelioma, berkaitan dengan paparan asbes.

Merokok dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker paru yang berhubungan dengan asbes secara drastis. Non-perokok pekerja asbes memiliki risiko kanker lima kali lipat lebih besar dibandingkan dengan non-perokok biasa.

4. Polusi udara

Sudah lama diketahui bahwa kedua polusi udara dalam ruangan maupun luar ruangan menyebabkan kanker paru-paru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2013 mengklasifikasikan polusi udara luar ruangan sebagai agen penyebab kanker (karsinogen).

Polusi udara dari kendaraan, industri, dan pembangkit listrik dapat meningkatkan kemungkinan perkembangan paru-paru pada para individu yang terpapar.

Para ahli percaya bahwa kontak yang terlalu lama dengan udara yang sangat tercemar dapat membawa risiko perkembangan kanker paru-paru yang mirip dengan perokok pasif.

5. Keturunan

Karena tidak semua perokok berakhir dengan kanker paru-paru, maka ada kemungkinan bahwa faktor-faktor lain, seperti kerentanan genetik individu, mungkin memainkan peran sebagai penyebab kanker paru-paru.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved