Garap SPBU Mini, ExxonMobil Tawarkan Kemitraan Mulai Rp 100 juta-an
Bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia nampak makin menarik bagi beberapa perusahaan migas global
“Masyarakat menengah bawah sebenarnya lebih konsumtif, termasuk urusan bensin. Dibandingkan bensin eceran, masyarakat akan lebih percaya yang punya merk dan sistem,” kata Erwin.
Lalu, Erwin menilai sistem bagi hasil yang diterapkan perusahaan bisa meminimalisir resiko mitra. Dengan sistem ini, mitra akan terjamin dari segi pasokan BBM, sparepart serta kebutuhan SPBU lainnya. Karena jika pasokan tidak ada, otomatis tidak akan ada hasil yang akan dibagi. “Perkiraan saya untuk balik modal keseluruhan sepertinya lebih dari dua tahun,” ujarmya.
Bicara soal tantangan, menurut Erwin, kemitraan SPBU mini ini biasanya terkendala pada pemilihan lokasi. “Pemilihan lokasi ini biasanya ada calon mitra asal punya tempat lalu dimanfaatkan. Padahal seharusnya pemilihan lokasi ini harus sesuai dengan target marketnya. Mitra butuh dukungan penuh dari pusat soal pemilihan lokasi,” pungkasnya.