Bupati Natuna Hamid Rizal dan Mantan Stafnya Diperiksa, Total Kerugian Negara Rp 300 Juta

Pemeriksaan kali ke dua ini bertempat di Kantor Kejati Kepri setelah penyidik menyatakan masih harus membutuhkan keterangan dari keduanya.

Bupati Natuna Hamid Rizal dan Mantan Stafnya Diperiksa, Total Kerugian Negara Rp 300 Juta
TRIBUNBATAM.id/Wahib Waffa
Bupati Natuna Hamid Rizal diperiksa di Kantor Kejati Kepri, Senggarang Kota Tanjungpinang, Kamis (1/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri kKabupaten Natuna kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Natuna Hamid Rizal dan Maryamah mantan pegawai Pemkab Natuna yang kini berdinas di Pemprov Kepri.

Pemeriksaan kali ke dua ini bertempat di Kantor Kejati Kepri setelah penyidik menyatakan masih harus membutuhkan keterangan dari keduanya.

Sebab, pada hari Rabu (10/7/2019), penyidik tidak memiliki cukup waktu untuk melanjutkan pemeriksaan.

Kasipidsus Natuna Gustian Juanda Putra menuturkan pemeriksaan akan dimulai pada Kamis (11/7/2019) pagi di Kejati Kepri.

Namun, secara spesifik dia tidak menyebutkan materi pemeriksaan yang telah dilakukan.

Gubernur Kepri Nurdin Dukung Jokowi di Pilpres, Kini Ditangkap KPK, Nasib Jembatan Batam Bintan?

Anaknya Viral Kerja Keras Jadi Kuli Bangunan, Wali Kota Ini Menangis dan Ucapkan Kata Ini

Anak Keluarga Tak Mampu Belajar Belajar Gratis di Rumah Pintar Batam

Pecinta Alam Liar Wajib Coba! Ini Rekomendasi 5 Taman Nasional di Thailand

Kasus yang membuat Hamid Rizal dan Maryamah hadir sebagai terperiksa masih berkaitan dengan penyalahgunaan anggaran kegiatan.

Ada dugaan penyalahgunaan anggaran fiktif yang dilakukan oleh Maryamah.

"Iya, nanti saya periksa lagi. Belum selesai. Saya gak bisa sampaikan materinya," kata Gustian kepada TRIBUNBATAM.id, Kamis siang.

Kejari Tanjungpinang menyebutkan, dalam perkiraan sementara, kasus ini menyebabkan kerugian negara senilai Rp 300 juta.

Kerugian negara itu terjadi saat Maryamah menjabat sebagai Kasubdit Keuangan Kabupaten Natuna.

Kejaksaan melakukan pemeriksaan terhadap dugaan kasus korupsi ini mulai anggaran tahun 2007 hingga sekarang.

"Anggaran ada beberapa tahun hingga saat ini. Rp 300 juta baru perkiraan saja. Kita masih tunggu audit keuangan BPK," kata Juli Isnur pada hari sebelumnya. (TRIBUNBATAM.id/Wahib Waffa).

Penulis:
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved