KILAS SEJARAH

KISAH Tragis di Akhir Hidup Idjon Djanbi, Bule Belanda yang Jadi Komandan Kopassus Pertama

Komandan atau Dandjen Kopassus pertama, Idjon Djanbi mengalami nasib yang cukup miris jelang akhir kariernya di pasukan baret merah

Kolase Kopassus.mil.id dan Tribunnews
Nasib Miris Danjen Kopassus Pertama Idjon Djanbi 

Benny digembleng oleh Idjon Djanbi selama enam bulan.

Kerasnya latihan membuat Benny dan kawan-kawan sering menggerutu di belakang sang komandan.

Sosok Idjon Djanbi digambarkan oleh Aloysius Sugiyanto, angakatan pertama yang juga dilatih oleh Idjon Djanbi.

Aloysius Sugiyanto mengatakan idjon Djanbi adalah komandan dengan disiplin tinggi.

Dilansir dari Tribun Jambi dalam artikel 'Pria Belanda Ini Ogah Balik ke Negaranya, Pilih Jadi Mualaf di Indonesia & Cetak Pasukan Khusus TNI', tak lama setelah pensiun, Idjon Djanbi mengalami masalah pada kesehatannya

Suatu ketika Idjon Djanbi mengendarai mobil bersama keluarganya berlibur ke Yogyakarta.

Tiba di sana, ia mengeluhkan sakit hebat di bagian perutnya.

Keluarga segera membawanya ke rumah sakit Panti Rapih.

Hasil diagnosa dokter diketahui bahwa Idjon Djanbi mengalami usus buntu dan harus dioperasi.

Usai dua minggu dioperasi tidak kunjung sembuh malah bertambah parah.

Ternyata usus besarnya turut bermasalah, sehingga jiwanya tidak tertolong lagi.

Idjon Djanbi tutup usia di rumah sakit Panti Rapih pada 1 April 1977.

Keluarga memutuskan memakamkannya di TPU Yogyakarta.

Idjon Djanbi meninggal di Yogyakarta tahun 1977, pihak berwenang sempat alpa, hingga tak disediakan protokoler upacara pemakaman secara militer, sebagaimana anggota TNI pada umumnya.

Sebagai komandan pertama Kopassus, Idjon Djanbi dimakamkan tanpa tembakan salvo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved