KPK OTT Nurdin Basirun di Rabu, Hari yang Sama Dilantik Jadi Gubernur Kepri, Inilah Sumpahnya

Bukan di Jumat Keramat, penyidik KPK menangkap Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada Rabu (11/7/2019) atau di hari yang sama Nurdin Basirun dilantik menj

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Agus Tri Harsanto
KOLASE TRIBUNBATAM.id/FOTO ENDRA KAPUTRA/KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Gubernur Kepri Nurdin Basirun 

TRIBUNBATAM.id - Bukan di Jumat Keramat, penyidik KPK menangkap Gubernur Kepri Nurdin Basirun pada Rabu (11/7/2019) atau di hari yang sama Nurdin Basirun dilantik menjadi Gubernur Kepri.

Nurdin Basirun dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5/2016). Nurdin dilantik bersama tiga gubernur dan dua wakil gubernur lainnya.

Penangkapan Nurdin Basirun juga berlangsung 3 hari setelah Nurdin Basirun rayakan ulang tahun ke-62.

Nurdin Basirun lahir di Moro, Karimun, Provinsi Kepri pada 7 Juli 1957.

Istilah Jumat Keramat muncul karena KPK sering melakukan OTT atau penahanan di hari Jumat.

Menggantikan Muhammad Sani, Nurdin dilantik bersama tiga gubernur lainnya adalah Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Nurdin Basirun Diangkut KPK ke Jakarta, Ada Cewek dengan Dia

Nurdin Basirun Pernah Diwarning KPK soal Suap, Kini Ditangkap Basaria Pandjaitan

Dua wakil gubernur yang dilantik ialah Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Said Ismail dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam X.

Sebelum dilantik, para gubernur dan wakil gubernur terpilih itu menerima penyerahan petikan keputusan presiden terkait pengangkatan mereka.

Prosesi dilanjutkan dengan upacara pelantikan oleh Presiden.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur dengan sebaiknya dan seadilnya," kata Jokowi mendiktekan sumpah janji diikuti para gubernur dan wakil gubernur.

Hadir dalam pelantikan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti, para pejabat di lingkungan Istana, menteri Kabinet Kerja, serta sejumlah pimpinan dan anggota DPR.

Gubernur Kepri N Nurdin Basirun ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/7/2019) malam.

Nurdin datang ke Satreskrim Polres Tanjungpinang  sekitar pukul 20.30 WIB dan berada di dalamnya selama beberapa jam.

Kepala Kepolisian Tanjungpinang  AKBP Ucok Lasdin Silalahi membenarkan petugas dari KPK meminjam ruangan penyidik untuk memeriksa sejumlah pejabat teras Provinsi Kepri.

Kamis pagi, Jajaran penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) membawa Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan kawan-kawan ke Jakarta melalui Bandara RHF Tanjungpinang.

Nurdin Basirun dan kawan-kawan sehari sebelumnya terjerat kasus operasi tangkap tangan (OTT) dan diperiksa di Mapolres Tanjungpinang sejak Rabu (10/7/2019) malam.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, Nurdin dan kawan-kawan keluar dari mobil Avanza silver BP 1782 YW.

Nurdin Basirun tidak sendirian; seorang pria dan wanita ada bersama dia saat itu.

Nurdin Basirun mengenakan baju berwarna putih polos.

Namun dia menutupi wajahnya.

Seluruh bagian wajahnya nyaris tidak terlihat.

Ada sejumlah terduga lainnya yang juga keluar terlebih dahulu dengan menggunakan mobil warna hitam.

Setidaknya ada 2 mobil yang membawa para terduga itu ke Jakarta.

Nurdin Basirun tiba di VIP Bandara RHF Tanjungpinang sejak tiba pukul 10.00 WIB.

Namun, pesawat baru akan berangkat dari Tanjungpinang ke Jakarta pukul 10.30 WIB.

"Pak Nurdin. Konfirmasi sebentar, Pak. Tolong Pak kasih waktunya sebentar," kata sejumlah wartawan.

Nurdin langsung menyeruak di tengah sejumlah wartawan.

Dia agak terdesak sehingga kesusahan untuk masuk ke dalam pintu VIP Bandara RHF Tanjungpinang.

"Tolong kawan-kawan ulang tahun iki tolong minggir dong minggir," kata petugas kepolisian yang menjaga pengawalan.

Status hukum terhadap Guberur Kepri Nurdin Basirun besera lima orang yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) dalam operasi tangkap tangan akan diketahui Kamis (11/7/2019) nanti.

"Sebagaimana diatur dalam Hukum Acara Pidana, maka dalam waktu paling lama 24 jam ini tim akan melakukan kegiatan-kegaiatn awal termasuk klarifikasi pada pihak yang diamankan," kata Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) kepada Tribunbatam.id, Kamis (11/7/2019).

"Status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan akan disampaikan nanti sore melalui konferensi pers di KPK," ujar Basaria Panjaitan Komisioner KPK.

Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) mengatakan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepri Nudin Basirun, Kepala Dinas beserta kepala bidang bersama staf, dan pihak swasta, KPK melakukan kegiatan penindakan sejak Rabu (10/7/2019) siang di wilayah Kepulauan Riau.

"Sebelumnya kami mendapat informasi dari masyarakat akan terjadinya transaksi yang diduga diperuntukan pada Kepala Daerah di sana," kata Basaria Panjaitan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK) kepada Tribunbatam.id, Kamis (11/7/2019).

Basaria Panjaitan Komisinoer KPK menagatakan sampai Rabu (10/7/2019) malam, KPK membawa enam orang ke Polres Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Enam orang tersebut diantaranya dari unsur Kepala Daerah, Kepala Dinas di Bidang Kelautan, Kepala Bidang, dua orang staf dinas dan pihak swasta.

Dalam kegiatan ini diamankan uang 6 ribu dolar Singapura yang diduga terkait dengan Izin lokasi rencana reklamasi di Provinsi Kepri.

 "KPK menduga sebelumnya telah terjadi penerimaan lain," ujar Basaria Panjaitan.
Ulang tahun
Kasus OTT tersebut menjerat Nurdin Basirun hanya berselang tiga hari setelah hari ulang tahunnya.

Nurdin Basirun lahir di Moro, Karimun, Provinsi Kepri pada 7 Juli 1957.

Tepat pada 7 Juli 2019 lalu, dia genap berusia 62 tahun.

Pada ulang tahunnya itu dia berharap bisa memanfaatkan sisa hidupnya untuk agama, masyarakat, bangsa dan negara.

"Saya sudah mewakafkan diri untuk kemajuan Kepri," ujar Nurdin pada perayaan ulang tahunnya itu.

Perayaan ulang tahun itu dirayakan di Kota Tanjungpinang.

 Kena OTT KPK, Gubernur Kepri Nurdin Basirun Punya Aset Senilai Rp 5 Miliar

 Profil Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Karir Politik Mulus hingga Kena OTT KPK

 Gubernur Kepri Kena OTT, Mobil Pribadi Fortuner BP 757 Z Parkir di Gedung Daerah

 Warnet di Sagulung Buka Sampai Larut Malam, Warga Curhat ke Camat

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sampai mengantar sendiri warganya yang menderita tumor otak ke mobil ambulans, Selasa (18/6/2019) siang.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sampai mengantar sendiri warganya yang menderita tumor otak ke mobil ambulans, Selasa (18/6/2019) siang. (Humas Pemprov Kepri)

Pada Minggu (7/7/2019) itu, usai menunaikan safari subuh, Nurdin sempat melepas peserta lomba sepeda 2019 Nat Criterium di halaman Gedung Daerah.

Bersama keluarga, dia berkumpul bersama anak-anak panti asuhan Rumah Soleh Innayah Bintan untuk melaksanakan doa bersama.

Usai doa syukur bersama, sebuah nasi tumpeng dan kue ulang tahun langsung diantar ke hadapannya.

Nasi tumpeng dan kue ulang tahun itu disiapkan oleh istrinya sendiri, Hj Noor Lizah Nurdin.

Dia lalu memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Istrinya, selanjutnya kepada anak-anaknya dan digilir kepada satu per satu anak panti asuhan yang hadir.

Nurdin saat bersalaman dengan anak-anak yang merupakan warga pengungsian posko kebakaran Baloi Persero RT 06 RW 01 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja, Minggu (23/6/2019)
Nurdin saat bersalaman dengan anak-anak yang merupakan warga pengungsian posko kebakaran Baloi Persero RT 06 RW 01 Kelurahan Baloi Indah Kecamatan Lubuk Baja, Minggu (23/6/2019) (tribunbatam.id/Roma Uly)

“Syukur, alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan, kekuatan dan kesehatan di usia yang ke-62 ini.

Usia saya terus berkurang. Namun amanah yang diemban saat ini semoga mendapat keberkahan oleh Allah untuk dijalankan dengan semaksimal mungkin,” ujar Nurdin.

Nurdin sendiri memaknai momen ulang tahun itu untuk menyadari waktu di dunia ini hanya bersifat sementara. 

Dia percaya, dunia ini semua hanyalah titipan.

Karena itu, di sisa waktunya itu, dia ingin manfaatkanlahnya dengan maksimal di jalan Allah, mengabdi kepada agama bangsa dan negara serta masyarakat.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bertemu dengan orang tua dan wali murid yang anaknya diterima di PPDB Kota Batam di Dataran Engku Putri Kota Batam, Provinsi Kepri. Nurdin didampingi oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmat dan Kepala Disdik Kepri Muhammad Dali.
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bertemu dengan orang tua dan wali murid yang anaknya diterima di PPDB Kota Batam di Dataran Engku Putri Kota Batam, Provinsi Kepri. Nurdin didampingi oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmat dan Kepala Disdik Kepri Muhammad Dali. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Dia mengakui tidak ada waktu istimewa untuk hidupnya sendiri.

Baginya, waktu istimewa itu adalah kesempatan untuk selalu bertemu masyarakat dan bekerja untuk kesejahteraan masyarakat.

“Semoga bertambahnya usia dan juga di sisa-sisa kehidupan ini, saya bisa memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kepri,” kata Nurdin di Masjid Baiturrahman.

Kini Nurdin Basirun tersandung masalah hukum.

Nurdin ditangkap KPK terkait suap perizinan reklamasi.(TRIBUNBATAM.ID/Thomm Limahekin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved