Amien Rais Minta Masalah Saat Ini Disikapi Bijak: Jangan Seolah-olah Seperti Bencana Gempa Bumi

Menurut Amien Rais, Indonesia pernah mengalami kejadian yang lebih besar ketimbang ketegangan di Pilpres 2019

Amien Rais Minta Masalah Saat Ini Disikapi Bijak: Jangan Seolah-olah Seperti Bencana Gempa Bumi
youtube Kompas TV
Balasan Menohok untuk Amien Rais yang Sebut Prabowo 'Nyelonong' karena Bertemu Jokowi tanpa Izinnya 

TRIBUNBATAM.id - Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta konstelasi politik pasca-Pilpres 2019 jangan terlalu dibesar-besarkan.

Amien Rais meminta, Jangan dianggap seolah-olah Bangsa Indonesia akan pecah atau terjadi huru-hara seusai gelaran Pilpres 2019.

"Jadi saya ingin katakan, kita sikapi sesuatu yang amat sangat kecil lah, masalah ini jangan dibesar-besarkan Kemudian seolah akan pecah, akan ada huru-hara, itu jauh dari kamus Bangsa Indonesia," kata Amien Rais di Jalan Daksa Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Hasil Colorado Rapids vs Arsenal, Tiga Remaja Usia Belasan Tahun Cetak Gol, Arsenal Menang 3-0

Orangtua Ini Syok Bukan Main saat Hasil USG Menunjukkan Bayi Mereka Melakukan Simbol Metal

Plt Gubernur Kepri: Saya Hanya Melaksanakan Tugas Saja

Lihat Mewahnya Undangan Pernikahan Tania Nadira, Mantan Istri Tommy Kurniawan, Beraksen Emas

 

Menurut Amien Rais, Indonesia pernah mengalami kejadian yang lebih besar ketimbang ketegangan di Pilpres 2019.

Dua di antaranya adalah pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 dan pengkhiantan PKI pada 1965.

"Ini cuma enteng saja. Ini enteng saja, enggak usah dibesar-besarkan," ujarnya.

Menurut Amien Rais, jangan sampai setelah Pilpres 2019 seolah oleh seperti bencana gempa bumi.

Kehidupan di dunia, menurutnya, bukan hanya kekuasaan atau kursi jabatan.

"Dunia itu cuma apa sih ya? Jadi yang ngomong dunia itu seolah kursi itu sesuatu yang hebat, itu saya kira itu belum paham arti kehidupan," tuturnya.

Oleh karena itu, Amien Rais setuju bila ada rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk merajut persatuan dan kesatuan.

Asalkan, jangan sampai rekonsiliasi kemudian diartikan dengan bagi-bagi kekuasaan atau jabatan.

"Sekali lagi, jadi saya mendukung rangkulan bersama antara semua tokoh."

"Cuma saya wanti-wanti, jangan mencoba kemudian mengaburkan, (membuat) enggak jelas lagi."

"Nanti kalau ada sesuatu yangg kurang bagus, enggak ada oposisi. Sehingga demokrasi lama-lama akan berubah jadi yang otokrasi, jadi sistem yang otoriter," paparnya.

 

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved