BATAM TERKINI

Berhasil Tarik Pegatron, BP Batam Bidik Perusahaan Supliernya Tanam Modal di Batam

Setelah Batam berhasil menarik Pegatron, perusahaan terbesar kedua di dunia manufaktur elektronik, kini BP Batam membidik perusahaan suplier pendukung

Berhasil Tarik Pegatron, BP Batam Bidik Perusahaan Supliernya Tanam Modal di Batam
TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO DA NUGROHO
Vice Chairman Pegatron Corporation, Jason Cheng memberikan sambutan saat pembukaan PT Pegatron Technology Indonesia di Kawasan Batamindo, Mukakuning, Batam, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menghadiri pertemuan 7th Singapore-Indonesia Six Bilateral Economic Working Groups, Senior Officials' Meeting (SOM), Rabu (17/7/2019) di Hotel Mandarin Orchard, Singapura.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut kegiatan Co-chairs Joint Working Group Batam, Bintan dan Karimun (BBK) di Singapura, 10 Juli lalu. BP Batam diwakili Direktur Promosi dan Humas, Dendi Gustinandar, dan Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Nasrul Amri Latief.

Pertemuan SOM dipimpin Deputi Menteri bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Rizal Affandi Lukman dan Sekretaris Jenderal Kementerian Industri dan Perdagangan Gabriel Lim.

Pertemuan membahas 6 working group mencakup bidang BBK dan SEZ, investasi, tenaga kerja, perhubungan, agribisnis dan pariwisata.

Khusus Batam, Senior Officials' Meeting SOM membahas keberhasilan Batam menarik Pegatron, perusahaan terbesar ke dua di dunia manufaktur elektronik.

Diharapkan hal ini dapat menjadi tren positif untuk menarik perusahaan-perusahaan suplier pendukung Pegatron untuk turut berinvestasi di Batam.

Dalam kesempatan itu, BP Batam juga menawarkan kembali sejumlah proyek infrastruktur di Batam.

Tertarik Lakukan Ekspansi, 3 Perusahaan Asal Hongkong Jajaki Peluang Investasi di Batam

CATAT! Hari Ini, Kamis (18/7) Batam Masih Akan Mati Lampu, Cek Jadwal Pemadaman Listrik di Sini

Nyaris Ditabrak, Polisi Tembaki Mobil Pelaku Perampokan Rumah Mewah di Batam Centre

Beberapa di antaranya, perkembangan infrastruktur untuk meningkatkan Logistik di Batu Ampar dengan fasilitas baru seperti Mobile Crane, Reach Stacker dan lainnya, serta menambah rute kapal Batam-Singapura.

Dengan beberapa peningkatan ini, BP Batam berharap dapat menurunkan biaya logistik di Batam sebesar 50 persen menjadi 350 SGD / 250 SGD.

Pengembangan lainnya, proyek desalinasi yang akan selesai sekitar 2021 dengan produksi air bersih 250 l/dtk untuk kebutuhan industri di Batam.

Direktur Promosi dan Humas, Dendi Gustinandar, mengapresiasi kerjasama antara Indonesia dan Singapura, yang juga konsen terhadap pembahasan pengembangan Batam.

Dalam pertemuan itu, Dendi juga mengatakan adanya rencana kerjasama dengan Singapore Economic Development Board (EDB) untuk program magang logistik di Singapura.

Sehingga dapat lebih mengetahui biaya logistik dan prosesnya di Singapura, dan juga Vocational Training untuk beberapa pelatihan di Singapura guna mendukung kegiatan industri di Batam.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas yang positif antara Batam dan Singapura dalam berbagai bidang industri," kata Dendi dalam rilis Humas BP Batam yang diterima Tribun. (*/tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved