BATAM TERKINI
Ini Kendala Pelabuhan PELNI Batam Belum Bisa Pindah dari Batu Ampar ke Sekupang
Rencana pemindahan pelabuhan Pelni dari Pelabuhan Batu Ampar ke Sekupang Batam masih belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Kenapa?
Apalagi semenjak tiket pesawat melonjak, warga Batam ramai-ramai memilih akomodasi ini.
Diketahui, sudah lebih kurang 3 tahun belakangan, Pelabuhan Pelni ditempatkan di Batuampar. Tepatnya pertengahan tahun 2016 lalu. Sebelumnya, pelabuhan ini berada di Sekupang, yang dikenal dengan Pelabuhan Beton.
• Puluhan Caleg Gerindra Gugat Prabowo ke PN Jaksel, KPU: Mereka Gugat Pak Prabowo Salah Alamat
• Pada Apel 17 Bulanan, Rafiq Ajak Pegawai Doakan Nurdin Basirun, Rafiq: Pak Nurdin Itu Orangtua Kita
• Profil Arief R Wismansyah, Wali Kota Tangerang yang Berseteru dengan Kemenkumham
• ICC 2019 - Tottenham Hotspur akan Hadapi Juventus di Singapura, Ini Daftar Pemain yang Dibawa
Menteri Perhubungan kala itu, Ignatius Jonan memutuskan memindahkannya ke Batuampar, bersebelahan dengan pelabuhan kargo. Namun selama kurun waktu 3 tahun berada di Batuampar, fasilitas mumpuni masih jauh dari harapan.
Bahkan kondisi dan fasilitas Pelabuhan Pelni di Batuampar, kerap disanding-sandingkan dengan pelabuhan lain di Indonesia seperti di Belawan di Medan.
Tak usah jauh-jauh, dibandingkan dengan pelabuhan internasional yang ada di Batam saja masih kalah jauh. Sehingga Warga Batam menanti perbaikan pelabuhan Pelni.
Berdasarkan pantauan Tribunbatam.id baik di terminal keberangkatan maupun kedatangan sama-sama kurang layak dijadikan terminal penumpang.
Di area keberangkatan misalnya, meskipun diberikan tenda-tenda peneduh, namun terasa panas, sesak dan berdebu.
Lebih memprihatinkan lagi adalah terminal kedatangan, area ini ditempatkan di pelabuhan kontainer dengan akses keluar jalanan tanah penuh debu dan banyak kendaraan lalu lalang yang bisa membahayakan penumpang kapal yang akan keluar pelabuhan dengan berjalan kaki.
Ana, seorang warga Batam mengeluhkan kondisi terminal keberangkatan di Pelabuhan Batu Ampar. Tempatnya yang panas, berdebu membuat calon penumpang kesusahan saat mengantre sebelum masuk kapal.
Apalagi, bagi para wanita yang memiliki balita dan bayi yang harus berdesak-desakan dalam antrian. Meskipun ada jalur khusus untuk balita dan lansia, namun dengan kondisi yang panas dan berdebu tetap saja tak terasa nyaman.
Sementara itu, Dina, menyesalkan kondisi terminal kedatangan kapal yang ditempatkan di pelabuhan kontainer pelabuhan Batu Ampar.
"Pas kita turun dari kapal sangat berat, kanan kiri kontainer, panas. kalau mau cari mobil terdekat ya harus naik bimbar, kalau mau naik taksi online ya harus jalan dulu sampai simpang polsek Batu Ampar," katanya.
Dari hasil pantauan Tribunbatam.id, kondisi pelabuhan kontainer Batu Ampar memang kurang layak bagi para penumpang kapal Pelni.
Di saat para penumpang turun dan berjalan hingga simpang polsek Batu Ampar di jalanan tanah dan berdebu, di jalan yang sama, mobil-mobil kontainer juga sedang beraktivitas dan lalu lalang.
Padahal, kondisi ini sangat berisiko membahayakan para penumpang yang berjalan di sepanjang jalan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06072019pelabuhan-batu-ampar.jpg)