Kepri Syahfest 2019

Kepala BP Batam Sebut Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady mengungkap pengembangan ekonomi keuangan berbasis syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru kawasan.

Kepala BP Batam Sebut Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
TRIBUNBATAM.id
Ustaz Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa Aa Gym memberikan tauziah di Dataran Engku Putri, Batam, Sabtu (20/7). Tabligh Akbar ustaz Aa Gym ini merupakan salah satu rangkaian SyahFest 2019 yang akan ditutup band debu pada, Minggu (21/7) malam. 

TRIBUNBATAM.id - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady mengungkap pengembangan ekonomi keuangan berbasis syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru kawasan.

Ketegangan dagang antara dua kutub ekonomi dunia, Amerika vs China, tak hanya menimbulkan resesi ekonomi global, namun juga membuka peluang tumbuhnya subsistem ekonomi baru, yang menyasar umat Muslim dari negara-negara di Asia dan Eropa.

Berbicara di seminar Kepri Syariah dan Halal Festival (Syahfest) 2019” di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam Kota, Sabtu (20/7/2019), Edy mengistilahkan subsistem ekonomi baru itu dengan produk dan layanan jasa "Halalan Tayyiban".

“Produk halalan thayyiban ini sangat baik untuk menggugah kreatifitas dan inovasi industri syariah, hal ini didukung oleh keunggulan yang komparatif dan kompetitif yang dimiliki oleh Batam,” kata Edy, menjelaskan potensi Batam sebagai pusat ekonomi dan keuangan berbasis syariah.

Hanya saja, jelas Edy,  dalam pengembangan produk syariah halalan thayyiban berbasis Informasi dan Teknologi (IT) ini masih akan menghadapi dua tantangan. 

 Ramalan Zodiak Besok Senin 22 Juli 2019, Taurus Cinta Tak Berbalas, Gemini Lamaran

Tak hanya Produksi Hape, Xiaomi Kenalkan Jam Tangan Mekanik Dengan Desain Transparan

Biar Ngga Salah Beli, Ini 6 Tips Membeli Powerbank

Tips Mengatur Keuangan Bersama Pasangan, Lakukan 3 Hal Ini

 Pertama, Berbasis IT pada light touch (sentuhan langsung) yang merupakan regulasi dan birokrasi yang tidak perlu banyak mengganggu. 

Tantangan Kedua, tidak perlu invisible authority(otoritas yang tidak terlihat) bebas tanpa mengalami gangguan dari pihak lain.

“Produk halalan thayyiban diperlukan ekosistem yang baik, tantangannya adalah membangun light touch artinya regulasi dan birokrasi jangan terlalu banyak mengganggu selanjutnya no invisible authority atau peraturan yang mengganggu. Kedua itu namanya ekosistem berbasis syariah dan Batam punya potensi besar untuk produk itu,” ungkap Edy.

Jika tantangan itu bisa diatasi, akan semakin banyak usaha berbasis syariah dan mendorong tumbuhnya para pelaku ekonomi baru. 

Penguatan nilai halal dengan mengembangkan ekosistem bisnis seperti; fashion syar’i, kuliner halal, wisata halal, ekonomi kreatif, halal industri logistik dan energi terbarukan dimana peluang ekonomi tersebut sejalan dengan pengembangan Batam saat ini dan kedepannya.

Edy meyakini dengan peran serta BI Kepri dan seluruh elemen di Kota Batam, BP Batam akan terus berkomitmen dan mendukung penuh langkah-langkah strategis dalam upaya mendorong pertumbuhan produk halal berbasis keuangan syariah khususnya Kepri yang berkelanjutan (sustainable) di tahun 2019 ini.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Fadjar Majardi mengungkapkan Kota Batam punya potensi besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis rantai nilai halal daerah (local halal value chain), serta keuangan digital berbasis syariah.

Berada di lintasan dan ekosistem negara-negara berpenduduk Muslim di Asia (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand) di Selat Malaka, Batam adalah wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.

Potensi wisata, serta ekonomi kerakyatan Batam dan 5 kabupaten di gugusan Kepulauan Riau, juga memiliki akar budaya yang sama dengan negara tetangganya.

“Pengembangan ekonomi syariah, UMKM, maupun industri halal sebagai suatu ekosistem yang utuh dalam local halal value chain(rantai nilai halal daerah) dengan memanfaatkan kearifan lokal merupakan langkah yang tepat untuk mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi syariah di Batam,” ujar Fadjar.

Hingga Minggu (21/7/2019) hari ini, rangkaian event regional ini masih berlangsung.

 

Selain seminar, Kepri Syahfest 2019 menggelar exhibition, pameran BP Batam dan perbankan, halal bazar UMKM, perlombaan bernuansa islam, business needs matching serta belasan kegiatan amal.

Sabtu (20/7/2019) malam, dai kondang Abdullah "Aa Gym" Gimnastiar, ikut memberikan tauziyah di hadapan warga, kelompok majelis taklim, santri, warga panti asuhan,mahasiswa dan pelajar di Batam.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau menjadi  inisiator event yang melibatkan lembaga keuangan perbankan syariah. Event ini juga digelar di sejumlah wilayah kerja BI di Indonesia.

Hadir dalam pembukaan kegitan Kepala BP Batam Edy Putra Irawady, Walikota Kota Batam Muhammad Rudi, Asisten Deputi Moneter & Neraca Kemenko Perekonomian Kemenkeu Edi Prio Pambudi, para pelaku usaha, perbankan , mahasiswa, komunitas start updan ± 70 peserta seminar.

Penulis: thamzilThahir
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved