KILAS SEJARAH
Kisah Pertempuran Sengit TNI AD di Timor Timur, 21 Personel Gugur, Musuhnya Tak Hanya Manusia
Dalam pertempuran itu, dari 30 orang prajurit TNI AD yang berangkat, hanya sembilan orang yang kembali
Maka sebagai pengawal, Didin Somantri yang juga jago bela diri ini tetap siaga.
Oleh karena itu, menurut Didin Somantri, untuk memenangkan pertempuran di tempat itu membutuhkan taktik yang jitu.
Alasannya, musuh saat itu tidak hanya manusia, melainkan juga alam dan penyakit.
Pada masa pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto, Timor Timur atau Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia.
Saat itu Timor Timur menjadi provinsi termuda di Indonesia, yaitu provinsi ke-27.
Meski demikian, bergabungnya Timor Timur ke Indonesia hanya berlangsung selama sekitar 2 dekade.
Sebab, pada tahun 1999 Timor Timur lepas dari Indonesia, dan berganti nama menjadi Timor Leste.
Terkait Timor Timur, ada sebuah kisah di baliknya yang juga menyangkut Soeharto.
Kisah itu seperti yang disampaikan oleh Widodo Sutiyo dalam buku "Pak Harto The Untold Stories", terbitan Gramedia tahun 2012.
Widodo merupakan seorang juru bahasa pada masa Orde Baru.
Dia mengaku begitu hafal bahasa tubuh Soeharto.
Menurutnya, ada sebuah kisah menarik terkait hal itu.
Bahkan, Widodo menyebutnya hal itu kemudian menjadi sebuah kehebohan.
"Suatu kali terjadi kehebohan seusai Pak Harto mengadakan pembicaraan empat mata di Manado dengan Presiden Marcos dari Filipina," kenang Widodo.
Kala itu, para pejabat Indonesia mendengar berita dari pihak Filipina, bahwa Indonesia hendak "melepaskan" Timor Timur.