Selasa, 21 April 2026

Bankir Bebas dari Dakwaan Pelecehan Gara-gara Alasan Aneh, Melakukan saat Tertidur, kok Bisa?

Pengadilan tinggi Hong Kong membatalkan hukuman pemerkosaan dan penyerangan seksual terhadap seorang bankir karena alasan aneh, melakukan sambil tidur

net
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID, HONG KONG - Pengadilan tinggi Hong Kong membatalkan hukuman pelecehan dan penyerangan seksual terhadap seorang bankir karena alasan aneh, melakukannya sambil tidur

Bankir yang bernama Boris Anthony Finan tersebut mengaku mengalami sexsomnia yang juga dikenal sebagai seks tidur.

Sexsomnia, seperti yang dijelaskan oleh wakil hakim Pengadilan Tinggi Sham Siu-man, adalah kondisi medis yang terjadi ketika seseorang melakukan tindakan seksual dalam kondisi tidur.

"Sesuatu yang mirip dengan orang yang berjalan sambil tidur, penderita akan tidak sadar akan apa yang dia lakukan pada saat itu dan tidak memiliki ingatan tentang itu setelah bangun tidur," kata Sham seperti dilansir TribunBatam.id dari South China Morning Post, Kamis (26/7/2019).

Viral Lulusan UI Tolak Gaji Rp 8 Juta, Ini Gaji Fresh Graduate di Indonesia Menurut BPS

Cara Demo PNS dan Hong Kong, Tulis Aspirasi Lewat Kertas Warna-warni di Lennon Wall

Begini Cara Kirim Foto Whatsapp Tanpa Kompres, Resolusi Tetap Maksimal

"Ini adalah kondisi medis, yang jika diterima secara hukum, dapat berarti sebagai pembelaan."

Boris Anthony Finan (28), seorang manajer perencanaan keuangan di sebuah bank menyerang seorang teman lamanya secara seksual yang diidentifikasi di pengadilan hanya sebagai nyonya X.

Pemerkosaan itu dilakukannya selama pesta di kamar sebuah hotel pada bulan Juli 2016.

Sebelumnya, hakim pengadilan Kowloon Barat, Matthew Leung, menganggap Finan tidak jujur ​​dan tidak bisa dipercaya dan menjatuhkan hukuman penjara lima bulan penjara untuk satu tuduhan penyerangan tidak senonoh, setelah mendengar penjelasan kedua belah pihak dalam kasus tersebut.

Berbeda dengan pengadilan tingkat pertama, hakim pengadilan tinggi justru mempercayai pernyataan penasihat hukum John Reading SC yang menyebutkan analisa hakim Leung keliru.

Nyonya X memberikan kesaksian bahwa dia berada di tempat tidur sekitar jam 10 pagi ketika dia merasakan ada tangan menyentuh lengan dan pinggangnya dan kemudian mengarah ke celana dalamnya.

Dia kemudian melihat Finan di sebelahnya, matanya terbuka sambil memeluknya.

Hal itu membuatnya takut dan tidak mau menemui Finan sampai delapan hari kemudian serta memaksa pria itu meminta maaf dalam serangkaian percakapan di WhatsApp.

"Aku benar-benar berantakan, ingin muntah bahkan ketika aku memikirkannya, mengapa kamu memperlakukanku seperti itu ketika aku memperlakukanmu sebagai teman yang baik?" Tanyanya.

"Jangan berbohong lagi, pada jam 10 pagi kamu sudah bangun."

Finan segera meminta maaf dan mencoba meyakinkan Nyonya X bahwa dia tidak ingat dan tidfak tahu apa yang telah terjadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved