Gubernur Kepri Minta Yusril Jadi Saksi Ahli, Kasus OTT KPK Nurdin Basirun

Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditetapkan Sebagai tersangka dalam kasus reklamasi di Kota Batam. Sejauh ini, Nurdin Basirun masih menjalani

Gubernur Kepri Minta Yusril Jadi Saksi Ahli,  Kasus OTT KPK Nurdin Basirun
Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tiba di KPK, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Guberenur Kepri Nurdin Basirun ditetapkan Sebagai tersangka dalam kasus reklamasi di Kota Batam.

Sejauh ini, Nurdin Basirun masih menjalani pemeriksaan di KPK.

Dalam kasus yang menjeratnya ini, Nurdin Basirun menggunakan jasa Yusril Ihza Mahendra untuk menjadi saksi ahli.

Gubernur Kepulauan Riau (nonaktif) Nurdin Basirun hadirkan Yusril Ihza Mahendra saat sidang nanti. 

Yusril Ihza Mahendra masuk dalam tim advokat Jokowi-Maruf Amin saat menghadapi gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi. 

Diam-diam Malaysia Minati Bisnis di Batam, Sektor Railway Jadi Sorotan mereka

Yotje Mende dan Basaria Capim KPK Pernah Tangani Kasus Besar Ini Semasa Bertugas di Polda Kepri

Beli Furniture di Gallery Meubel, Gratis Bola Pemadam Api

Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditangkap KPK saat suap izin prinsip reklamasi Tanjungpiayu, Batam pada 10 Juli 2019.

Saat dihubungi, pengacara Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun menyampaikan, akan menghadirkan Yusril Ihza Mahendra sebagai saksi ahli saat persidangan nantinya.

"Kita bersama tim akan mengajak Pak Yusril Ihza Mahendra sebagai saksi ahli saat persidangan nantinya digelar," katanya saat dihubungi Tribunbatam.id, Kamis (25/07/2019).

 Kock Meng, Pengusaha Kota Batam Diperiksa KPK Setelah Dua Pekan Menghilang

 Jangan Sampai Terlewat, Inilah 10 Makanan Paling Hits di Korea Selatan

Ia mengatakan, sejauh ini kliennya masih diperiksa sebagai saksi terkait dua tersangka Kepala Dinas DKP, Edy Sofyan, dan Kabid Perikanan Tangkap.

"Jadi walaupun klien kita sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini baru diperiksa sebagai saksi dari dua tersangka tersebut," ucapnya.

Sejauh ini pun, pihaknya masih menunggu tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, bekerja dan terus mengumpulkan semua barang bukti terkait dugaan gratifikasi izin reklamasi.

"Selama klain kita diperiksa, kita hanya tunggu di luar saja. Kewenangan penyidik KPK yang memeriksa," ujarnya kembali.

Andi menyampaikan, kliennya berada di Rutan Kelas I cabang KPK atau K4, dalam kondisi masih sangat tegar, dan sehat.

"Tidak ada sakit kok, sehat, dan masih beraktifitas di dalam rutan, baik ibadah, dan kadang baca-baca buku," ucapnya kembali. (tribunbatam.id/endrakaputra)

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved