Trump Balik Kanan, China Bergegas Dorong Perdagangan Bebas ASEAN
China berusaha keras mendorong perjanjian perdagangan bebas regional ASEAN bisa mencapai kesepakatan sebelum akhir 2019.
TRIBUNBATAM.ID, ZHENGZHOU - Ada yang tidak biasa dari pertemuan pejabat penting ASEAN untuk membahas berbagai hal tentang kawasan regional yang beranggotakan 10 negara ini.
Jika sebelumnnya --apapun isu yang dibahas-- dilakukan di salah satu negara ASEAN, tetapi kali ini digelar di Kota Zhengzhou, China tengah.
Menariknya lagi, pertemuan itu adalah delegasi ekonomi yang membahas rancangan perdagangan bebas ASEAN atau dikenal dengan nama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)
RCEP sudah digulirkan sejak 2010 dan hingga saat ini pembahasan semakin mengerucut pada pembahasan teknis terkait kemudahan bagi pasar yang jumlahnya mencdapai 1,5 miliar orang ini.
Kenapa dibahas di China?
Rupanya, negara ini berusaha keras untuk mendorong agar perjanjian perdagangan regional terbesar di dunia ini bisa mencapai kesepakatan sebelum akhir 2019.
RCEP memang digagas 10 negara ASEAN, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Brunei, dan Laos, plus enam negara lain di Asia Pasifik, yakni China, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan India .
Besarnya dorongan China untuk mendukung RCEP Asean ini karena Amerika Serikat yang sebelumnya menggagas Trans-Pacific Partership (TPP) untuk tujuan yang sama, tiba-tiba balik kanan setelah Donald Trump berkuasa.
Alhasil, Beijing pun kini menjadi pendukung utama untuk mewujudkan hal ini.
Selama 10 hari, hingga Rabu dua pekan depan, 16 delegasi membahas hal-hal yang teknis, berfokus pada pemotongan tarif dan meningkatkan akses pasar untuk layanan dan investasi di seluruh kawasan.
Wakil Menteri Perdagangan Wang Shouwen, dalam pidatonya kepada delegasi perdagangan, Jumat (26/7/2019) mengatakan, RCEP adalah "kesepakatan perdagangan bebas yang paling penting di Asia Timur".
Dia menambahkan bahwa semua peserta harus "mengambil keuntungan penuh dari momentum yang baik untuk menyimpulkan kesepakatan pada akhir tahun ini, menurut sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan China, sweperti dilansir South China Morning Post.
Nada optimis dari Wang datang sehari setelah juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng mengatakan bahwa pembicaraan RCEP telah mencapai "banyak kemajuan positif" tahun ini dan kemungkinan bisa membuat naskah perjanjian tahun ini juga.
Pembicaraan RCEP ini akan diikuti oleh pertemuan tingkat menteri di Beijing pada akhir minggu depan.
Ini adalah pertama kalinya China menjadi tuan rumah pembicaraan mengenai pakta perdagangan RCEP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/26072019-ktt-asean.jpg)