BATAM TERKINI

Beli Rp 16 Juta, Kini Kios Pedagang Dekat Jembatan I Barelang Batam Rata Tanah

Para pedagang kaki lima di dekat jembatan I Barelang Batam mengaku membeli lapak tempatnya berjualan Rp 16 juta.

Beli Rp 16 Juta, Kini Kios Pedagang Dekat Jembatan I Barelang Batam Rata Tanah
TRIBUNBATAM.ID/IAN SITANGGANG
Tim Terpadu Kota Batam menghancurkan kios-kios tempat jualan di dekat Jembatan I Barelang, Batam, Senin (29/7/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Para pedagang kaki lima di dekat jembatan I Barelang Batam mengaku membeli lapak tempatnya berjualan Rp 16 juta.

Namun kini, lapak tempat mereka mencari nafkah menghidupi keluarganya rata dengan tanah akibat digusur Tim Gabungan enam tahun setelah dibeli tepatnya Senin (29/7/2019).

"Kami tidak tahu, mau jualan di mana. Masih belum jelas, katanya dikasih lapak sama Dinas Pariwisata. Tapi entah di mana kami tidak tahu,"kata Sandi Iman Rusli, pedagang Barelang.

Mereka juga mengaku tidak mendapatkan sedikitpun uang sagu hati.

"Kalau bicara beli. Ya kita memang awalnya beli,"kata Sandi.

Rafi, pedagang lainnya juga mengakui dirinya membeli lapak tempatnya berjualan sebesar Rp 16 juta.

Dinkes Bintan Ingatkan Warga Jangan Jadikan Hewan yang Sedang Produktif Sebagai Hewan Kurban

Kadinkes Sebut Sejumlah Rumah Sakit di Batam Bakal Turun Kelas, Kenapa?

Tiap Hari Angkut 1.000 Ton Sampah, Dinas Lingkungan Hidup Batam Siagakan 120 Armada

Taksi Online & Konvensional Batam Bentrok Lagi, Dishub Kepri Pastikan Izin Prinsip Segera Terbit

"Dulu memang kita beli dan sampai saat ini tidak ada namanya pungutan. Ya kita hanya bayar uang sampah perbulannya,"kata Rafi.

Dia menyesalkan penertiban yang dilakukan pemerintah Kota Batam tersebut, tanpa melihat kondisi para pedagang.

"Sekarang ini jualan juga, sudah tidak seperti dulu. Jadi cuma cukup makan aja,"kata Rafi.

Desma, pedagang lainnya juga mengatakan dirinya sangat menyesalkan penggusuran tersebut.

"Kami disini jualan bukan cari kaya, kita hanya menyambung hidup,"kata Desma.

Dia juga mengatakan hasil jualan mereka hanya cukup untuk makan.

"Jualan kita hanya laku saat hari libur saja, kalau hari biasa tidak ada pembeli," kata Desma. (Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved