WISATA AUSTRALIA
Mau Berwisata ke Australia? Ini Habitat Ular Death Adder yang Harus Diwaspadai
Untuk anda yang mau berlibur ke Australia, harus waspada dengan kemunculan ular Death Adder pada destinasi wisata yang dipilih. Ini daftar habitatnya
Ular Death Adder atau dalam bahasa latin disebut dengan Acanthophis antarcticus, adalah spesies ular asal Australia.
Ular ini adalah ular darat yang paling berbisa di Australia dan secara global sehingga disebut sebagai ular adder kematian dalam bahasa indonesia.
Meskipun spesies ular ini tersebar luas, namun diketahui Death Adder mengalami banyak ancaman kepunahan karena adanya invasi kodok di Australia yang merupakan makanan utama bagi ular.
Ular Death Adder pertama kali ditemukan pada 1802 oleh George Shaw sebagai jenis keturunan Boa Antartica.
Bentuk Fisik Ular Death Adder
Ular Death Adder memiliki bentuk kepala yang rata dan berbentuk segitiga lebar dengan struktur tubuh yang tebal dan perut berwarna merah, cokelat, hitam, abu-abu, krem dan merah muda.
Ular ini bisa mencapai panjang tubuh maksimum 70 hingga 100 cm atau setara dengan dua sampai tiga kaki.
Mereka memiliki taring terpanjang dibanding ular manapun di Australia, sangat berbeda dengan spesies Adder lain yang ditemuka di Eropa yakni Vipera Berus.
Vipera Berus merupakan jenis keturunan dari ular Elapidae dan bukan dari Viperidae yang tidak akan ditemukan di Australia.
Cara Berburu Ular Death Adder
Selain pintar berkamuflase, ular Death Adder sangat cerdas dalam berburu mangsa.
Ia bahkan dengan sabar menunggu berhari-hari mangsanya sampai lewat dijebakan yang ia inginkan dengan bersembunyi dibalik dedaunan.
Dia sebisa mungkin tidak membuat dirinya terlihat atau mengambil perhatian lalu berbaring melingkar.
Saat sembunyi, ular Death Adder cenderung menggerakkan ekornya di pasir dan melettakkan kepalanya sebagai umpan.
Ketika seekor binatang mendekatinya, dengat cepat ia menyerang binatang tersebut dengan menggigit dan menyebarkan bisanya.