BATAM TERKINI
Staf DPRD dan Mahasiswa Adu Jotos, Polisi Akan Minta Rekaman CCTV di Gedung DPRD Batam
Perseteruan fisik antara oknum pegawai pengamanan dalam (Pamdal) gedung DPRD Kota Batam versus Mahasiswa Ibu Wina Batam berbuntut panjang.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kapolsek Batam Kota AKP Ricky Firmansyah mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti pendukung terkait peristiwa adu jotos antara mahasiswa STIE Ibnu Sina dan staf DPRD Kota Batam, Selasa (30/7/2019) pagi.
Bukti tersebut termasuk rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di gedung DPRD yang terletak di Jalan Engku Putri, Batam Center itu.
"Mahasiswa sudah membuat laporan. Iya, nanti kita minta rekaman CCTV," kata AKP Ricky Firmansyah kepada Tribunbatam.id.
Ricky mengatakan, laporan yang masuk ke Polsek Batam Kota hanya dari mahasiswa.
Sementara pihak Pamdal gedung DPRD Kota Batam kemungkinan besar melapor ke Polresta Barelang.
Sebelumnya, aksi kericuhan di lobi gedung DPRD Kota Batam antara mahasiswa dan pegawai DPRD Kota Batam, Selasa (30/7/2019) pagi berbuntut panjang.
Setidaknya tiga mahasiswa mengalami luka-luka dalam insiden berdarah itu.
Korban antara lain, mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII bernama Akbar yang mengalami luka di bagian bibir.
Kedua mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII Habibi tangan luka.
• Kebakaran Kapal KMP Sembilang di Karimun: Kami Dengar Rintihan Korban
• Wawako Batam Amsakar & Istri Naik Haji ke Tanah Suci: Mohon Doa Masyarakat Batam dan Kepri
• Bantah Tolak Bayi Prematur, Begini Penjelasan Rumah Sakit Graha Hermine Batam
Dan ketiga mahasiswa STIE Ibnu Sina semester VII Handrifansyah Kurniadi lebam di leher akibat dicekik.
Ketiganya ditemani belasan mahasiswa lain mendatangi Mapolsek Batam Kota untuk membuat laporan polisi.
Ketiganya masih dimintai tanggapan oleh kepolisian.
Yogi, salah satu mahasiswa saat dijumpai di Mapolsek mengatakan, tujuan mereka ke gedung dewan itu untuk istrahat sejenak.
Usai menggelar aksi di kantor PLN Bright Batam. Dalam rangka menuntut PLN karena sering memadamkan lampu.
"Kami datang tidak dalam anarkis. Kami bertujuan untuk meminta sumbangan ke dewan buat beli makan dan minum. Karena kami tak punya uang beli minum. Kami haus karena kena terik saat kami berorasi," kata Yogi.
Saiful, mahasiswa STIE Ibnu Sina mengungkapkan, sebagian pegawai sudah sumbang suka rela. Hanya, belakangan ada oknum pegawai di gedung DPRD Kota Batam yang mengenakan baju seragam biru honorer berlaku kasar.
Terjadi adu mulut. Sebab, menurut honorer itu terganggu aktivitas di dalam lantaran keberadaan mahasiswa itu.
"Padahal kami datang baik-baik. Malah terjadi cek cok mulut. Di situlah kami didorong. Ketiga teman-teman kami terluka. Kami gak terima makanya kami buat laporan," kata Muhammad Saiful.
Mahasiswa berharap polisi segera menangkap pelaku.
Sebab menurut mahasiswa ini, perlakuan kepada ketiga teman mereka dianggap tak manusiawi.
"Kayak binatang kawan kami dipijak-pijak. Kami ada bukti video dan foto. Makanya kami minta agar persoalan ini ditanggapi serius," kata mahasiswa lain.
Pegawai pengamanan dalam gedung DPRD Kota Batam tidak terima disudutkan dalam pemberitaan.
Terkait adu jotos pegawai pengamanan dalam gedung DPRD Kota Batam versus sejumlah mahasiswa Ibnu Sina Batam
Pegawai Albert Hutapea kepada Tribunbatam.id, mengatakan, pihaknya tidak terima dia dan teman-temannya disudutkan dalam pemberitaan.
"Seolah-olah kami yang menyerang mahasiswa itu. Bahkan dalam berita foto, foto saya dikasih tanda panah. Tidak benar kami menyerang mereka (mahasiswa,red)," kata Albert.
Diceritakan Albert, awal kejadian insiden Selasa (30/7/2019) kata Albert, siang sekitar delapan mahasiswa datang ke gedung DPRD. Mahasiswa itu membawa kardus dengan tujuan meminta uang makan di kantor dewan. Selanjutnya, beberapa di antaranya masuk ke ruang fraksi. Dan dilanjutkan ke lantai dua.
"Setelah itu saya tanya. Izin sama siapa ke atas. Di sini kan harus ada izin ke atas. Lalu mahasiswa itu sudah izin ke Satpol PP. Saya tanya, Satpol PP yang mana. Saya di sini pengamanannya. Di situ terjadi cekcok," tambah Albert.
Saat mahasiswa turun di situlah terjadi gesekan fisik. Albert mengatakan, mahasiswa menuding mereka melukai mahasiswa itu. Bahkan sebaliknya kata Albert, justru mereka diserang duluan. Gesekan fisik hingga di lobi pun terjadi. (tribunbatam.id/leo halawa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/31072019adujotos-mahasiswa.jpg)