BATAM TERKINI
Bantah Tolak Bayi Prematur, Begini Penjelasan Rumah Sakit Graha Hermine Batam
Rumah Sakit Graha Hermine Batam akhirnya memberikan jawabannya terkait penolakan seorang bayi prematur bernama Azura Hafidzah beberapa waktu lalu
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Setelah viral di media sosial, Rumah Sakit (RS) Graha Hermine Batam akhirnya memberikan jawabannya terkait penolakan seorang bayi prematur bernama Azura Hafidzah beberapa waktu lalu, Kamis (25/7/2019).
Direktur RS. Graha Hermine Batam, Fajri Isra, menjelaskan pihaknya tidak pernah menolak bayi itu.
Bahkan, ia mengakui, bayi perempuan itu sempat menjalani perawatan di unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) milik RS. Graha Hermine Batam.
"Sempat kami tangani, cuma saat itu memang incubator kami penuh," terangnya, Kamis (1/8/2019) pagi.
Bahkan Fajri membantah jika pihaknya disebutkan meminta Down Payment (DP) sebesar Rp 15 juta terhadap orangtua pasien, Rimansyah.
Menurutnya, RS. Graha Hermine Batam tidak pernah melakukan hal demikian, apalagi sampai mengharuskan pasien untuk segera membayarnya.
"Atas nama kemanusiaan, kami siap membantu. Bahkan kami telah menyarankan orangtua pasien untuk mendaftarkan bayinya dengan BPJS, namun dia (Rimansyah) menyebutkan itu menunggak (BPJS)," tambahnya.
Fajri menjelaskan, mulanya kejadian itu dikarenakan bayi lahir dalam keadaan prematur di rumah bersalin 'Mariana Munte'.
Disebabkan peralatan di sana tidak memadai, akhirnya bayi dirujuk menuju RS. Graha Hermine Batam.
• Ajak Istri Curi Motor, Selama Tiga Bulan Rian Beraksi 30 Kali
• Sudah Miliki 5 Istri, Pria Ini Nekat Ganggu Anak Kandungnya Hingga Jadi Korban & Diringkus Polisi
• Atta Halilintar DIBLOKIR & DITOLAK Warga Twitter Ramai-ramai, Tolak #Atta Jadi Trending Topic
• Simak Yuk! Aturan Baru Pajak Program Beasiswa, Ini 3 Poin Pentingnya
Fajri pun mengakui, saat pertama kali dibawa ke rumah sakit tempatnya, kondisi bayi saat itu sangat stabil.
"Saturasi 90 persen, dan memang bayi prematur tidak boleh lama di luar. Namun karena keterbatasan inkubator, kami segera menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat," terangnya.
Sebelumnya, seorang kepala keluarga di Batam, Rimansyah harus alami kekecewaan setelah anak ketiganya meregang nyawa, Jumat (26/7/2019) lalu.
Warga Perumahan Citra Indomas 2 Blok C2 Nomor 20, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam ini menyebut rasa kecewanya diakibatkan pelayanan rumah sakit tempat bayinya dirujuk kurang maksimal.
"Bayi saya lahir prematur. Setelah itu mendapat rujukan ke RS. Graha Hermine, namun ditolak karena saya tidak dapat membayar uang sebesar Rp 15 juta," terangnya saat Tribun menghubungi, Rabu (31/7/2019) malam.
Lahir dalam kondisi prematur, anak ketiga Rimansyah ini mulanya ditangani oleh Rumah Bersalin 'Mariana Munte', Kamis (25/7/2019) lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/01082019rd-graha-hermine-batam.jpg)