Perampok Penembak Mati Bripka Afrizal Dikenal Jago IT & Miliki 2 Keahlian Khusus yang Ngeri
Jhon Hen bahkan tewas saat berupaya kabur ketika sudah ditangkap Polres OKI, dia pura-pura hendak buang air kecil, tetapi kemudian lari hingga tercebu
Jhon, memerintahkan tersangka Darmawan untuk mencari informasi mengenai orang yang akan dirampok.
Didapatlah korban Kodri yang baru saja menjual karet dan mereka langsung menyusun rencana untuk melakukan perampokan.
Setelah menyusun rencana untuk melakukan perampokan, mereka berangkat untuk beraksi.
Saat dijalan, bertemulah dua orang pelaku lainnya yang ingin ikut untuk melakukan perampokan di rumah Kodri.
"Tersangka ini juga paham IT dan mengetahui cara penyelidikan yang dilakukan polisi."
"Sehingga, saat Kanit Reskrim melaksanakan patroli di wilayah lain, mereka melakukan aksinya," ujar Donny.
Dari hasil interogasi sebelum tersangka tewas karena berupaya kabur dan terperosok ke sungai, ia mengakui bila dirinya yang mengatur untuk melakukan perampokan.
Dua orang yakni Darmawan dan Saregat juga dibaginya peran masing-masing.
Ia juga yang mengajak Darmawan dan menyuruhnya untuk mencari sasaran yang akan dirampok. Tersangka juga yang berinisiatif untuk menggunakan senpi rakitan ketika beraksi.
"Kami sempat melakukan pengembangan untuk menangkap satu pelaku lainnya yakni Saregat. Tetapi, ketika kami ke lokasi yang dimaksud ternyata pelaku tidak ada di lokasi tersebut," ujarnya.

Pengembangan Kasus
Kasus pencurian dan pembunuhan terhadap Bripka Afrizal beberapa bulan lalu akhirnya sejumlah tersangka telah tertangkao oleh Dirkrimum Polda Sumatera Selatan khususnya unit Jatanras yang kerja sama dengan Polres Ogan Komering Ilir (OKI).
Ungkapan kasus tersebut atas laporan dari masyarakat dan juga hasil pemeriksaan saksi-saksi yang sudah dilakukan pemeriksaannya ternyata muncul nama tersangka
"DW diinterogasi bersama dengan ke-4 orang temannya. Dirinya mengatakan dari 4 tersangka yang ada hanya 2 yang dikenalnya yaitu SR dan R," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, Jumat (2/8/2019).
Setelah mendapatkan informasi dari DW bahwa keduanya berada di wilayah BK 16 di Mesuji Makmur. Lalu tim membentuk 3 kelompok yang dipimpin oleh Kompol Zainuri untuk mengejar SR kewilayah BK 16 dan satu lagi dipimpin oleh pidum Ipda Afif Widhi Ananto yang mengejar terhadap tsk Joni alias Jon. Namun pada saat di perjalanan menuju Mesuji Makmur untuk membuang air kecil di Desa Kuto Sari kecamatan Belitang.