BATAM TERKINI

Tak Kunjung Dibangun, 2.000 Lahan Tidur di Batam Bakal Dievaluasi, di Mana Saja?

BP Batam akan terus melakukan evaluasi terhadap keberadaan 'lahan tidur' di Batam.

dok Tribunnews
Lahan tidur. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - BP Batam akan terus melakukan evaluasi terhadap keberadaan 'lahan tidur' di Batam.

Juli lalu, Badan Pengusahaan (BP) Batam setidaknya sudah menertibkan lima sampai enam titik lahan di Batam.

Dari jumlah itu, ada yang alokasi lahannya dicabut BP Batam.

Kepala Kantor Lahan BP Batam, Imam Bachroni mengatakan, sedikitnya ada 2.000 titik lahan yang akan dievaluasi pihaknya, supaya si penerima alokasi lahan segera membangun.

Namun dari 2.000 titik ini, memang tidak serta merta langsung ditertibkan. Penertiban dilakukan secara bertahap.

"Kita harus berhati-hati. Karena ini bisa digugat, dan memakan waktu untuk proses hukumnya. Makanya, harus yakin banget," kata Imam, Jumat (2/8/2019) di BP Batam.

Ia menegaskan, tujuan penertiban lahan ini, bukan semata-mata untuk mencabut alokasi lahan yang sudah diberikan BP Batam.

Kerap Diburu Wisatawan, Inilah 5 Rute Road Trip Terbaik di Australia

2 Siswi SMP Baku Hantam dan Adu Jotos di Jalan, Saling Talik Rambut Hingga Dijepit, Soal Pacar?

UNIK! Warna-warni Batik Batam Meriahkan Barisan Gerak Jalan Beregu HUT Kemerdekaan

Melainkan, menjadi pengingat bagi penerima alokasi lahan lainnya, supaya segera membangun. Dengan begitu, diharapkan ada pergerakan ekonomi di Batam.

Imam mengingatkan, ketersediaan lahan di Batam sudah sangat terbatas.

Sementara, sedianya lahan ini merupakan fasilitas untuk investasi.

Banyak investor yang ingin berinvestasi di Batam, namun terkendala soal lahan.

Sementara di sisi lain, ada banyak lahan yang kurang dimanfaatkan si penerima alokasi lahan. Sudah mendapat alokasi lahan, namun tak kunjung membangun hingga bertahun-tahun.

"Ada yang ingin membangun, tapi nggak dapat lahan. Ada yang dapat lahan, tapi nggak bangun-bangun," ujarnya. (tribunbatam.id/dewiharyati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved