Paskibraka Tangerang Meninggal Mendadak, Terungkap Alasan Senior Sobek Buku Harian Aurellia

Buku harian Aurellia, Paskibra calon pembawa baki bendera disobek-sobek seniornya. Dugaan penganiayaan oleh senior ini tengah ditangani

TribunMataram Kolase TribunJakarta&Instagram;/benyamindavnie
Aurel Qurrota Ain, petugas paskibraka meninggal dunia 

TRIBUNBATAM.id - Ternyata buku harian Aurellia Qurrota Aini pernah disobek seniornya.

Kini, dugaan penganiayaan oleh senior hingga membuat Aurellia Qurrota Aini, sang paskibraka kini tengah dalam penyelidikan.

Beberapa waktu belakangan, penyobekan buku harian yang dimiliki Aurellia Qurratuaini diduga menjadi salah satu bukti adanya kekerasan tersebut.

Warta Wijaya membenarkan bahwa buku harian atau diary milik Aurellia Qurratuaini, paskibraka Tangerang Selatan yang meninggal, dirobek seniornya.

Kronologi Kecelakaan Maut Satu keluarga, Dihantam Mobil Suzuki APV, Korban Alami Luka Berat

Hasil Akhir Barito Putera vs Persib Bandung, Gol di Menit Akhir, Barito Tekuk Maung Bandung 1-0

Hasil Piala AFF U15 2019 - Tekuk Timor Leste 1-0, Vietnam Dampingi Indonesia Lolos ke Semifinal

Renovasi Rumah Jangan Sampai Utang, Simak 3 Tips Ini

Namun, menurutnya tak hanya buku harian Aurel yang dirobek, namun juga milik semua anggota paskibraka.

"Jadi yang dirobek bukan buku Aurel aja tapi semuanya, teman-teman semuanya disobek," ucap Warta saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (3/8/2019).

Namun para senior memiliki alasan tersendiri ketika merobek buku itu. Buku harian merah putih itu memang wajib dimiliki semua anggota paskibraka.

Buku tersebut diperuntukan sebagai wadah anggota paskibraka menuangkan cerita atau curhatan baik dalam pelatihan atau pun di rumah.

Kematian paskibraka Tangsel masih misteri.
Kematian paskibraka Tangsel masih misteri. (TribunStyle Kolase)

Para anggota paskibraka ini memang belum tinggal di asrama dan masih pulang pergi dari rumah ke tempat pelatihan.

Mereka baru akan tinggal di asrama pada 11 Agustus 2019.

"Iya memang perintah salah satu aktivitas mereka untuk mengisi (buku harian).

Ini sebenarnya curhatan biar kita tahu bagaimana keadaan mereka di rumah, luar rumah biar kita tahu seperti apa.

Kami tahu bagaimana perasaan mereka.

Jadi kita lebih mengenal mereka lagi," jelasnya.

Terkait perobekan buku harian tersebut, karena beberapa anggota paskibraka tak mengisi buku itu sesuai yang diwajibkan.

Para senior pun beberapa kali memperingatkan agar buku teraebut diisi, namun masih ada yang membangkang.

Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dilatih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2019). Mereka akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 RI.
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terpilih dari seluruh provinsi di Indonesia dilatih di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemepora), Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (1/8/2019). Mereka akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 RI.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Namun Aurel sendiri termasuk anggota paskibraka yang mengisi buku harian.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved