Dalam Rapat Dengar Pendapat, HRD PT Unisem Bongkar Berapa Kerugian Perusahaan Setiap Bulannya

HRD PT Unisem Arief Rahman Hakim mengatakan, perusahaan terus merugi sejak tahun 2011. Bahkan perusahaan sudah tidak sanggup lagi menutupi biaya oper

Dalam Rapat Dengar Pendapat, HRD PT Unisem Bongkar Berapa Kerugian Perusahaan Setiap Bulannya
Tribunbatam.id/roma uly
Suasana RDP Karyawan PT Unisem bersama perusahaan dan perwakilan Disnaker, Selasa (6/8/2019) di ruangan Komisi IV DPRD Kota Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - HRD PT Unisem Arief Rahman Hakim mengatakan, perusahaan terus merugi sejak tahun 2011.

Bahkan perusahaan sudah tidak sanggup lagi menutupi biaya operasional yang terus meningkat.

Ironisnya lagi keuangan perusahaan terus menerus merugi, sehingga pihak corporate menyuntikkan pinjaman sejak 2016 hingga Maret 2019.

Selama satu kuartal corporate memberikan pinjaman 1 juta USD untuk menutupi kerugian perusahaan.

Target perusahaan perharinya paling tidak harus mendapat 3,5 hingga 3,6 juta USD perbulan.

Diduga PT Unisem Tidak Merugi Melainkan Pindah Investasi Ke Negara Lain, Terungkap Dalam Rapat RDP

Karyawan PT Unisem Masih Mogok Kerja, Rabu Ini Ada Pertemuan Antara Pekerja dan Perusahaan

Apindo Kepri Sayangkan Sikap Serikat Pekerja yang Melarang Kegiatan di PT Unisem di Batam

Namun yang bisa dicapai hanya sekitar 3,2 juta USD. Sehingga ada biaya yang harus ditutupi dengan meminjam.

"Makanya perusahaan harus tutup karena memang selalu merugi," ujar Arief didampingi head of finance Unisem Batam saat RDP di Komisi IV DPRD Kota Batam.

Sementara itu, terkait pemberian pesangon, perusahaan tetap mengikuti seluruh ketentuan perundangan-undangan dalam memenuhi hak pekerja.

Perusahaan juga bersedia menempuh jalur hukum jika pekerja memiliki bukti dan fakta kuat untuk beradu dengan fakta yang dimiliki perusahaan.

Diduga PT Unisem Tidak Merugi Melainkan Pindah Investasi Ke Negara Lain, Terungkap Dalam Rapat RDP

Kaget Besok Ibu Negara Kunjungi Kampungnya, Warga: Jangankan Gubernur, Walikota Aja Belum Pernah

Hotel Palapa di Kabupaten Karimun Berhenti Beroperasi, Begini Keluhan Karyawannya

Ditempat yang sama, Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Disnaker Kota Batam Hendra Gunadi mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan mediasi atas persoalan tersebut.

Menurut dia, perusahaan tertutup dalam menyampaikan fakta kondisi perusahaan kepada pekerja.

"Ini yang menjadi kendala bagi kami dan kawan-kawan serikat," katanya.

Ia menyarankan agar DPRD Kota Batam merekomendasikan agar pertemuan selanjutnya dihadiri Badan Pengusahaan (BP) Batam karena berhubungan dengan manajemen PT Unisem di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kalau sekarang yang hadir cuma HRD, tidak dapat memberikan keputusan dan penjelasan kepada karyawan. Harus libatkan BP Batam karena ini hubungan dua negara, seperti persoalan Siemens, yang dulu," katanya. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved