BATAM TERKINI

Senang Iriana Jokowi Tanam Mangrove di Batam, Anggota DPRD: Stop Merusak Hutan!

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jurado Siburian mengajak warga Batam menjaga hutan dan menghentikan perusakan hutan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Senang Iriana Jokowi Tanam Mangrove di Batam, Anggota DPRD: Stop Merusak Hutan!
TRIBUNBATAM.ID/IAN PERTANIAN
Persiapan penyambutan kedatangan ibu negara Republik Indonesia Hj Iriana Jokowi dan Hj Mufidah Jusuf Kalla di Batam yang akan menaman pohon mangrove di Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Rabu (7/8/2019), besok. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kedatangan Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla ke Batam mendapat apresiasi dari sejumlah pihak termasuk anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jurado Siburian. 

Jurado menyebut, kunjungan tersebut sebagai angin segar untuk menghentikan pengerusakan lingkungan hidup di Batam oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Itu karena, kedatangan istri dua pimpinan negara itu bertujuan untuk melakukan reboisasi berupa penanaman pohon Mangrove.

"Ibu negara dan ibu wakil presiden memberikan contoh pada warga Batam untuk mencintai lingkungan hidup. Tidak boleh dirusak," katanya.

Sebaliknya, penghijauan berupa penanaman pohon mangrove itu diyakini akan bermanfaat untuk anak cucu kelak.

BESOK, Rabu (7/8) Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla ke Batam, Ini Agendanya!

BESOK, Rabu (7/8) Iriana Jokowi Bakal Masuk Rawa Tanam Mangrove di Batam

Jurado mengaku miris melihat pengerusakan hutan lindung di Batam.

Seperti baru-baru ini,  pengerusakan hutan lindung yang disulap menjadi hunian sebagaimana yang dilakukan PT Prima Makmur Batam yang berada di Punggur, Kota Batam,  Kepri.

Tema ILC TV One Malam Ini, PLN Sekarat, Listrik Mati, Rocky Gerung: Mengapa Istana Makin Gelap

Blak-blakan Vanessa Angel Sudah Tidur dengan 48 Orang, Begini Pengakuannya Hingga Tak Bisa Tidur

Juga oleh PT Kayla Alam Sentosa yang terletak di hutan mangrove yang berada di Kelurahan Batu Besar,  Kecamatan Nongsa,  Batam,  Kepri. 

"Pengerukan pasir di sejumlah tempat di Nongsa membuat miris. Seolah tidak tersentuh oknum pelaku, ujarnya.

Kedatangan ibu negara ini diharapkan bisa menyadarkan semua pihak bahwa kita jangan merusak hutan, atau mengeruk pasir tanpa izin.

"Karena hampir separuh hutan lindung di Batam rusak oleh oknum pelaku. Kami minta aparat segera bertindak," katanya. (tribubatam.id/leo halawa) 

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved