WISATA SINGAPURA

Minat Baca Masih Kurang, Ini Langkah yang Perpustakaan Nasional Singapura Ambil

Menanggapi minat baca di Singapura yang kurang, Perpustakaan Nasional Singapura atau National Library Board (NLB) mengambil langkah Read at School.

Minat Baca Masih Kurang, Ini Langkah yang Perpustakaan Nasional Singapura Ambil
Perpustakaan Nasional/Eka Cahyani
Kepala NLB Singapura, Tan Huism 

TRIBUNBATAM.id - Dewan Perpustakaan Nasional Singapura atau National Library Board (NLB) Singapore menanggapi minat baca di Singapura yang masih kurang.

NLB Singapura mengambil langkah dengan merancang progrm Read at School untuk anak-anak usia 7 sampai 12 tahun untuk melatih kebiasaan membaca sejak dini.

Berdasarkan penjelasan Kepala NLB Singapura Tan Huism, program Read at School dibutuhkan agar Generasi Milenial bisa diakomodir terhadap minat membaca.

Jadi Pemegang Paspor Terkuat di Dunia, Singapura Bebas Visa ke 189 Negara

Gara-gara Asap, Jokowi Jadi Malu Mau ke Singapura dan Malaysia

Rekomendasi 5 Kuliner Favorit Warga Singapura, Tarif Mulai Rp 25 Ribuan

"Ini karena generasi milenial dianggap merupakan orang-orang yang berpikir cepat dan selalu berkembang mengikuti perubahan,' kata Tan Huism di Rapat Kerja Pusat IPI XXII dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia di Batam, Juli 2019 lalu.

Kendati demikian, kata dia, minat baca generasi tersebut terbilang masih kurang, bahkan sulit mengajak mereka untuk mengunjungi perpustakaan.

Oleh karena itu, sangatlah penting menyediakan layanan khusus bagi generasi tersebut sejak dini.

"Makanya, demi mendukung jalannya program tersebut, NLB mengajarkan para orang tua dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) keterampilan literasi, sehingga mereka dapat memberi bacaan yang tepat untuk anak," ujar Tan Huism seperi dalam keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, lanjut an Huism, ada pula program Sure, Understand, Research, and Evaluate (SURE) yang diperuntukkan bagi segala usia.

Program yang telah berjalan sejak tahun 2013 ini bertujuan memberi pengetahuan soal validasi informasi, khususnya yang berasal dari internet.

Khusus SURE, NLB bekerja dengan Kementerian Pendidikan agar program tersebut berjalan dengan baik.

Adapun langkah tersebut di antaranya memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah, mengirim pustakawan ke sekolah, dan memasukkan informasi di situs web dengan cara yang bervariasi dan menarik.

Lebih lanjut Tan Huism mengatakan, untuk menjangkau khalayak luas, pihaknya bekerja sama dengan serikat pekerja, sukarelawan, sekolah pelatih, bahkan militer.

Tan menambahkan, bukanlah tugas yang mudah dalam menjangkau milenial, tapi NLB akan terus menciptakan strategi untuk menjangkau mereka.

"Pustakawan ditutut untuk mengubah pola pikir mereka dengan mempelajari keterampilan baru." pungkas Tan.

Jadi Pemegang Paspor Terkuat di Dunia, Singapura Bebas Visa ke 189 Negara

Video-Proyek Reklamasi di Batam Masih Berjalan, Pantai Ocarina Batam Centre Ikut Tercemar

Enzo Zenz Ellie Calon Taruna Akmil Keturunan Prancis, Jadi Prajurit Sholeh

Video-Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Mufidah Jusuf Kalla Datang ke Batam. Ini Agendanya

Niat Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Lengkap dengan Artinya, Tanggal 8 & 9 Dzulhijjah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Minat Baca Masih Kurang, Singapura Ambil Langkah Ini".

Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved