Ratu Tisha Diusir di Laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, Pernah Disoraki Bobotoh Persib Bandung

Sekjen PSSI Ratu Tisha diusir penonton di laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, pernah disoraki Bobotoh Persib

Ratu Tisha Diusir di Laga PSM Makassar vs Persija Jakarta, Pernah Disoraki Bobotoh Persib Bandung
BolaSport.com
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria 

Namun, lagi-lagi terdengar teriakan dan sorakan suporter untuk mengusir Ratu Tisha.

Teriakan dan sorakan itu terdengar keras, seperti teriakan 'selamat datang mafia sepak bola'.

Selain itu, Sekjen PSSI itu bahkan mendapatkan teriakan 'pulang' dari suporter.

Akhirnya, ia pun angkat kaki meningalkan tempat tersebut.

Walaupun begitu, Ratu Tisha masih bertahan di Stadion Mattoanging hingga pertandingan selesai.

Ratu Tisha disebut sempat menghabiskan waktu untuk makan dan minum di ruang VIP Utama.

Setelah pertandingan selesai, ia pun turut kembali turun untuk mengalungkan medali kepada pemain.

Kala itu, Ratu Tisha diminta mengalungkan medali pada runner up Persija Jakarta.

Lagi-lagi, ia diteriaki dan disoraki suporter.

 

Profil Ratu Tisha

Terpilihnya Ratu Tisha menjadi Sekjen PSSI pada 2017 bisa dibilang sebuah prestasi.

Bagaimana tidak, Ratu Tisha adalah wanita pertama yang pernah duduk di Sekjen PSSI setelah 89 tahun berdiri.

Terpincutnya Ratu Tisha kepada dunia sepak bola tidak terlepas dari sosok ayahnya.

Melansir dari Kompas.com, Ratu Tisha mengatakan dirinya mnejadi penggemar sepak bola setelah diajak sang ayah menonton ke stadion.

Faktor yang membuat Ratu Tisha tak berpaling pada sepak bola adalah kemampuan sepak bola yang menghadirkan keajaiban.

"Saya seolah mendapatkan magical feeling dari sepak bola ini," ucap Ratu Tisha, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, sepak bola mampu menggerakkan begitu banyak orang di stadion.

"Sepak bola pun membuat emosi orang bergetar dan akhirnya menginspirasi. Semua itu tak lepas dari peran besar ayah saya," katanya.

Sang ayah mendukung penuh keputusan Ratu Tisha bergelut di dunia sepak bola.

Pesan ayah masih diingat Ratu Tisha.

"Ayah saya berkata, 'Nak, jersey kita warnanya merah, jadi kamu harus berani. Kata-kata dari ayah saya itu pegang teguh dalam menjalankan tugas ini dan saya tularkan ke rekan di kesekjenan,' ujar wanita berusia 34 tahun itu.

Ketertarikan Ratu Tisha terhadap sepak bola sudah terlihat saat ia masih tercatat sebagai siswa SMA 8 Jakarta.

Ia menjadi manajer tim sepak bola di sekolahnya.

Tak hanya sekadar suka, Ratu Tisha juga turut membangun tim sepak bola di sekolah yang identik lebih fokus pada prestasi akademik.

Kemudian, Ratu Tisha juga mengikuti pertukaran antarbudaya AFS di Leipzig, Jerman.

Lulus dari SMA, Ratu Tisha melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung ( ITB) dan mengambil jurusan Matematika.

Di ITB, kecintaan Ratu Tisha terhadap sepak bola tidak surut.

 

Ia menjadi manajer klub Persatuan Sepak Bola (PS ITB).

Seperti yang diketahui, PS ITB berada langsung di bawah Liga Mahasiswa Jawa Barat dan Persib.

Selain menjadi manajer, Ratu Tisha turut dalam mengurusi persiapan pertandingan, menyusun data klub, jadwal latihan, dan kalender pertandingan hingga PS ITB.

Kerja keras Ratu Tisha terbayar setelah PS ITB promosi ke Divisi Utama pada masanya.

Setelah lulus kuliah pada 2008, Ratu Tisha mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan perminyakan Schlumberger.

Ia hanya bekerja empat tahun di perusahaan tersebut.

Ratu Tisha memilih keluar dan fokus membangun LabBola.

Ia berperan sebagai CoFounder di LabBola.

PSSI
PSSI (pssi.org)

LabBola adalah perusahaan penyediaan data statistik performa tim yang nantinya data tersebut akan digunakan untuk membantu tim dalam mengajukan proposal ke sponsor.

Ratu Tisha merupakan lulusan FIFA Master tahun 2013 silam.

Ia masuk di antara 28 peserta yang lolos dari 6.400 pendaftar.

Di FIFA Master, Ratu Tisha berhasil mendapat gelar Master of Art dan meraih peringkat tujuh.

Program FIFA Master diselenggarakan oleh International Centre for Sports Studies yang menggandeng beberapa universitas dan mempelajari tentang Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Pada 2016, Ratu Tisha pernah menjadi operator Turnamem Torabika Soccer Championship (TSC) yang menempatkannya di posisi Direktur Kompetisi dan Regulasi.

Atas peran inilah, Ratu Tisha berhasil mendapat kepercayaan dan hormat dari anggota asosiasi provinsi dan pengurusan klub Tanah Air.

Ratu Tisha diketahui pandai dalam bahasa asing.

Tak tanggung-tanggung, ia ternyata menguasai lima bahasa asing sekaligus, di antaranya Baha Inggris, Jepang, Jerman, Belanda, dan Italia.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Masih di Tahun 2019, Ratu Tisha Disoraki Bobotoh Persib Bandung, Kini Diusir di Laga PSM Vs Persija

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved