Jumat, 5 Juni 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Pemadaman Listrik Diprediksi Berlanjut, Daya Listrik PLN Batam Pas-Pasan

Pemadaman listrik di Batam yang terjadi beberapa waktu terakhir, diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ternyata ini sebabnya

Tayang:
wahyu
halaman 01 tb 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemadaman listrik di Batam yang terjadi beberapa waktu terakhir, diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Terbaru, Bright PLN Batam melalui situs resminya, sudah menginformasikan rencana pemadaman yang akan dilakukan, Kamis (8/8) ini.

Dalam pengumuman itu disebutkan pemadaman akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB di sejumlah wilayah.

Pemadaman ini dilakukan karena alasan pemeliharaan distribusi Gardu Yantek dan memecah beban JTR.

Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri, menyebut, kondisi ini masih akan terjadi beberapa hari ke depan karena masih terbatasnya daya listrik akibat berbagai gangguan yang terjadi.

Samsul mengatakan, gangguan pembangkit listrik sudah terjadi sejak Maret 2019. "Kami sudah berupaya untuk mengatasinya. Namun gangguan masih terjadi di unit lainnya," kata Samsul, Rabu (7/8) di kawasan Sukajadi, Batam.

PLN Akan Ganti Rugi Warga yang Terkena Dampak Mati Lampu di Jakarta, Bagaimana di Batam?

JADWAL Pemadaman Listrik di Sejumlah Wilayah Batam, Hari Ini Kamis (8/8)

Dampak Pemadaman Listrik, PLN Siap Berikan Ganti Rugi kepada Konsumen, Ini Syaratnya

Saat ini gangguan terjadi di pembangkit Tanjunguncang dan Panaran. Total kapasitas daya yang terkena gangguan sebesar 100 MW.

Samsul mengatakan, kondisi cuaca, faktor gangguan pembangkit dan pemakaian listrik pada beban puncak, baik siang dan malam, sangat mempengaruhi kondisi kelistrikan di Batam.

"Kalau panas atau ada gangguan yang lainnya, kita padam," ujarnya.

Samsul menegaskan, saat ini status daya listrik di PLN Batam sangat pas-pasan. Sekadar informasi, pada kondisi normal, daya listrik yang tersedia sebesar 560 MW. Sementara saat beban puncak, berkurang menjadi 460 MW.

"Artinya ada cadangan daya 100 MW kalau kondisi normal," kata Samsul.

Sementara, kondisi saat ini masih terjadi gangguan pembangkit. PLN mengatakan, mereka sudah melakukan langkah-langkah semaksimal mungkin.

"Di Panaran kemarin, unit satu sudah kita perbaiki. Sekarang unit dua yang rusak," ujarnya.

Begitu juga dengan pembangkit di Tanjunguncang. Dari awalnya unit 2 yang rusak, sekarang unit satu. Dari PLN, saat ini masih menunggu sparepart, turbin dari Skotlandia untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

"Awal Oktober mudah-mudahan selesai," kata Samsul.

Tak terkait kenaikan tarif 

Bright PLN Batam menegaskan, pemadaman listrik yang terjadi di Batam belakangan bukan faktor kesengajaan. Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan, mereka juga tidak senang dengan adanya pemadaman listrik.

Karena berdampak pada kerugian di PLN. "Kalau masyarakat gerah, kita juga lebih gerah," kata Samsul Bahri.

Samsul menegaskan, pemadaman listrik yang terjadi, tidak ada kaitannya dengan kenaikan tarif listrik. "PLN belum memikirkan sampai ke sana," ujarnya.

Samsul membenarkan, dalam pemadaman listrik yang dilakukan ada beberapa instansi, termasuk objek vital, yang tidak boleh mengalami pemadaman, di antaranya rumah sakit.

Namun karena ada beberapa faktor gangguan, akibatnya pemadaman tak terelakkan.

Penyebab pemadaman sama, yakni ada gangguanseperti faktor pembangkit, trafo, ada yang kena alat berat dan lain sebagainya.

Meski begitu, kata Samsul, Bright PLN Batam tetap memprioritaskan beberapa objek vital agar tidak terkena pemadaman. Samsul mengatakan, untuk pemadaman listrik yang terjadi Selasa (6/8) lalu, penyebabnya ada gangguan di trafo.

Terkait pemadaman yang terjadi di DPRD Kota Batam, Samsul mengatakan, kondisi itu tidak terhindarkan, dan itu tidak hanya berlaku di kantor legislatif, tetapi juga kantor PLN Batam sendiri.

"Tak hanya DPRD (yang padam). Kantor kita juga mati," kata Samsul. 

Bayar Kompensasi Hampir Rp1 Miliar

Akibat pemadaman listrik, tak sedikit masyarakat mengeluh barang-barang elektroniknya rusak.

Bagaimana dengan kompensasi PLN? Vice President of Public Relation bright PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan, sebenarnya PLN sudah lama menerapkan kompensasi atau ganti rugi kepada pelanggan.

Terakhir, rujukannya ada di Pergub No.22/2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan. Kompensasi yang diberikan, yakni sebesar 10 persen dari nilai nominal biaya beban.

Kompensasi diberikan lewat pembayaran tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. "Jadi, sudah lama kita berikan kompensasi. Bukan karena gangguan ini saja," kata Samsul, Rabu (7/8/2019).

Syarat dan teknis untuk mendapatkan kompensasi itu, lanjutnya, sudah tertuang di dalam Pergub. Termasuk persyaratan lama listrik padam berapa jam. "Sepanjang pelanggan memenuhi persyaratan sesuai aturan, pasti kita berikan," ujarnya.

Bright PLN Batam mencatat, sepanjang triwulan I dan triwulan II-2019, PLN sudah memberikan kompensasi hampir Rp 1 miliar. Atau sekitar Rp 922 jutaan.

Angka ini kalkulasi 10 persen dari nilai nominal biaya beban. Kompensasi diberikan kepada 68.636 pelanggan. Sementara itu, untuk mendukung kehandalan listrik di Batam, PLN punya rencana investasi untuk penambahan pembangkit. "Kita masih terus lakukan kajian untuk ini. Karena membangun pembangkit, kan tak boleh asal-asalan," kata Samsul. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved