Nelayan Bintan Ini Aniaya Wanita Pelayan Kafe Karena Tolak Dituduri, Begini Akhir Ceritanya

Pria nelayan asal Bintan ini aniaya wanita pelayan kafe karena tidak penuhi keinginan jahatnya. Begini hasil akhirnya.

Nelayan Bintan Ini Aniaya Wanita Pelayan Kafe Karena Tolak Dituduri, Begini Akhir Ceritanya
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Seorang nelayan asal Kijang Kota bernama Hasdianto (24) tega menganiaya seorang pelayan kafe berinisial AA alias LN (35). 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Seorang nelayan asal Kijang Kota bernama Hasdianto (24) menganiaya seorang pelayan kafe berinisial AA alias LN (35).
Wanita tersebut disiksa dengan ikat pinggang untuk sekedar melayani nafsu pelaku.
Kejadian itu bermula saat pelaku mendatangi kafe tempat korban bekerja sebagai pelayan di sekitar kawasan Pelabuhan Sribayintan Kijang, Kecamatan Bintan Timur,Selasa (6/8/2019) malam.
Di sana pelaku tertarik dengan kecantikan korban.
Pelaku mulai beraksi dengan menawarkan jasa ingin mengantar pulang korban ke rumahnya.
Setiba di tengah jalan, tepatnya di sekitar Taman Kijang City Walk pelaku melancarkan jurus rayuan ke korban.
Bahkan, pelaku mengajak korban melakukan sesuatu selayaknya suami-istri.
Namun, rayuan pelaku tidak dilayani korban.
Wanita itu malah menolak semua ajakan pelaku.
Saat itulah pelaku yang merasa kesal langsung menganiaya korban dengan ikat pinggang.
Bahkan korban juga dipaksa memenuhi keinginan pelaku tadi.
Korban pun mengalami luka dengan baju berlumuran darah akibat sabetan ikat pinggang.
"Nah saat itulah korban berjalan ke kantor polisi untuk melaporkan perbuatan pelaku," ucap Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bintan Timur Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muchlis Nadjar, Jumat (09/8/2019).
Tak Terima Cintanya Diputus, Sofyan Aniaya Kekasihnya Raya dengan 16 Tusukan, Begini Kronologinya
Tak Terima Cintanya Diputus, Sofyan Aniaya Kekasihnya Raya dengan 16 Tusukan, Begini Kronologinya (SRIPO)
Usai menerima laporan, polisi langsung menangkap pelaku saat tertidur di Kijang City Walk, Rabu (7/8/2019) dini hari.
Muchlis Nadjar juga menyampaikan, laporannya adalah penganiayaan atau pemerkosaan.
"Mengapa kami sampaikan penganiayaan atau pemerkosaan, karena sampai saat ini masih kami dalami kasus tersebut," terang Muchlis Nadjar.
Dia juga mengatakan, awalnya pelaku menawarkan jasa ingin mengantar korban pulang.
Namun, korban malah diajak putar-putar di seputaran Kijang.
Sesampai di Kijang City Walk, di jembatan korban dirayu dan dipaksa berbuat selayaknya suami-istri.
Tetapi korban menolak.
Kemudian pelaku menganiaya korban dengan ikat pinggang, sampai berdarah di kepalanya.
"Nah saat diancam pelaku, korban pun sampai ketakutan saat itu dan akhirnya terjadilah hubungan badan," terang Muchlis Nadjar.
Dia melanjutkab, setelah melakukan hubungan badan, pelaku tertidur di lokasi.
"Saat itu korban pun berusaha kabur sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung membuat laporan ke Polsek.
Setelah itu kita amankan pelaku,"ungkap Muchlis Nadjar.
Saat ditanya oleh awak media, pelaku mengaku baru mengenal wanita itu.
Dia mengenal korban di kafe lalu mengajaknya pulang.
"Saya baru kenal sama korban," terang Hasdianto di hadapan polisi.
Dia pun mengaku habis mengonsumsi minuman beralkohol di tempat kerja korban.
"Saya juga baru minum minuman beralkohol sebelum kejadian," ucap Hasdianto.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit apakah benar telah terjadi pemerkosaan.
Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dengan ancaman 2 tahun 8 bulan kurungan penjara atau pasal 285 KUHP pemerkosaan dan penganiayaan dengan ancaman 12 tahun kurungan penjara. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved