Pertama Kalinya Berhasil Meluncurkan Roket ke Orbit, Negara Asia Ini Semakin Mendekati Amerika

Sebuah perusahaan rintisan Tiongkok, iSpace berhasil meluncurkan roket komersial yang bisa membawa satelit ke orbit bumi, Kamis (25/7).

Pertama Kalinya Berhasil Meluncurkan Roket ke Orbit, Negara Asia Ini Semakin Mendekati Amerika
Shanghaiist
China berhasil luncurkan roket ke orbit 

TRIBUNBATAM.id - Sebuah perusahaan rintisan Tiongkok, Interstellar Glory Space Technology (iSpace) berhasil meluncurkan roket komersial yang bisa membawa satelit ke orbit bumi, Kamis (25/7).

Keberhasilan perusahaan swasta tersebut merupakan yang pertama kali di tengah persaingan sengit lusinan perusahaan swasta sejenis di Tiongkok.

Dalam laman media sosial WeChat, iSpace mengatakan bahwa roket buatannya setinggi 20 meter yang diberi nama Hyperbola-1.

Roket tersebut berhasil mencapai ketinggian hingga 300 kilometer.

Roket iSpace Hyperbola-1 meluncur dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan pada Kamis dini hari (05.00 GMT).

Pria Ini Rela Kerja 14 Jam Sehari Demi Bisa Nikahi Kekasih Cantiknya, Kisahnya Viral di Twitter

Wanita Jepang ini Rajin Menabung Selama 16 Tahun, Bisa Beli 3 Rumah Seharga Miliaran Rupiah

HP ANDROID 2019 - Vivo iQOO Pro 5G, Hape Gaming yang Bakal Rilis Pada 22 Agustus 2019

Fresh Graduate, Ini 4 Tanda HRD Tidak Terkesan saat Wawancara Anda

shanghai.ist
 
Dua perusahaan swasta pembuat roket TiongkoK lainnya yaitu LandScape dan OneSpace, tahun lalu gagal meluncurkan roket buatannya ke orbit.

Bisnis peluncuran roket ke luar angkasa saat ini didominasi dua perusahaan swasta asal AS, SpaceX dan Blue Origin.

Pada akhir 2018, ada lebih dari 100 perusahaan swasta yang terdaftar di industri dengan potensi yang sangat menguntungkan ini.

Mei 2018, OneSpace menjadi perusahaan swasta pertama yang mengirim roket yang dikembangkan secara independen ke luar angkasa.

Diikuti oleh peluncuran suborbital yang sukses oleh iSpace empat bulan kemudian.

Dilansir Reuters, Dewan Negara mengatakan bahwa industri luar angkasa adalah bagian penting dari strategi pembangunan China.

Salah satu tugas jangka pendek China yaitu mengembangkan sistem satelit utama kendali jarak jauh, komunikasi dan penyiaran, serta navigasi dan penentuan posisi.

Presiden Cina rencananya akan mengirimkan stasiun ruang angkasa berawak permanen ke orbit pada 2022.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Suar.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved