Suku Bunga Acuan BI Turun Tapi Bunga KPR Naik? Begini kata bankir

Sejumlah nasabah kredit pemilikan rumah (KPR) mengaku mendapatkan surat cinta dari pihak bank berupa kenaikan bunga.

Suku Bunga Acuan BI Turun Tapi Bunga KPR Naik? Begini  kata bankir
kontan.co.id
Pelayanan KPR Bank Mandiri 

Namun, nasabah BNI Griya bisa saja merasakan angin segar dalam waktu dekat. Pasalnya, bank tertua di Tanah Air tersebut bakal melakukan penyesuaian suku bunga dalam waktu dekat.

“Kami juga sedang melakukan review untuk penyesuaian suku bunga kredit konsumer bagi debitur,” singkatnya kepada Kontan.co.id, Jumat (9/8).

Tak hanya BNI saja yang dikeluhkan nasabahnya perihal kenaikan bunga KPR, sang penguasa pasar kredit perumahan yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) juga mendapatkan kritik serupa dari nasabah setianya.

Salah satunya Issa yang bercuit di Twitter lantaran tagihan KPR per Agustus 2019 naik menjadi Rp 1,96 juta per bulan. Issa merupakan debitur KPR BTN sejak akhir 2014 dengan bunga fix 11,5% di tahun pertama atau sebesar Rp 1,7 juta setiap bulan.

Menurut pengakuannya, bunga yang ditawarkan BTN cukup murah di kala BI rate sedang tinggi yaitu menyentuh 7,75%.

Selepas tahun pertama, Issa menyebutkan bunga floating relatif stabil sebesar 13,5% dan bertahan hingga Juli 2019 dengan cicilan Rp 1,93 juta per bulannya.

“Baru bulan ini naik, setelah (bunga) tidak berubah dari akhir 2015. Tidak ada pemberitahuan pula, padahal waktu dari fix rate ke floating ada,” terang Issa saat dihubungi Kontan.co.id.

Ia pun tengah meminta konfirmasi ke pihak bank, perihal kenaikan cicilan tersebut. Hal ini menjadi anomali, lantaran BI baru saja menurunkan bunga acuan per awal Juli 2019 sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%.

Bukan Cuma Issa, salah seorang nasabah KPR BTN yang enggan disebutkan namanya juga mengalami nasib serupa. Menurutnya, bunga KPR BTN yang diangsurnya telah naik dari 11% per April 2019 menjadi 13% di bulan Juni 2019, lalu kembali naik di bulan Juli 2019 menjadi 13,25%.

Menurutnya, kenaikan tersebut sangat cepat dan tidak sesuai dengan tren bunga acuan.

Halaman
123
Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved