Badai Dahsyat Lekima Hantam China, 13 Orang Tewas, 1 Juta Mengungsi
Setidaknya 13 orang dilaporkan tewas dan 16 lainnya hilang setelah badai dahsyat Lekima menghantam pantai timur China pada Sabtu
TRIBUNBATAM.ID, ZHEIJIANG - Setidaknya 13 orang dilaporkan tewas dan 16 lainnya hilang setelah badai dahsyat Lekima menghantam pantai timur China pada Sabtu (10/8/2019).
Media lain menyebutkan 18 orang tewas dan 14 hilang.
Badai tropis yang bergerak dari Laut China Selatan tersebut menerjang Taiwan dan Provinsi Zheijiang, mengakibatkan 200 gedung di pinggiran pantai hancur dan 2.600 lainnya mengalami kerusakan.
Selain menimbulkan kerusakan parah, badai Lekima juga mengganggu transportasi.
Sebanyak hampir satu juta penduduk di kawasan pantai timur yang padat itu juga diungsikan ke tempat aman, demikian dilaporkan media-media China.
• Setelah Jakarta & Banten, Gempa Hari Ini Guncang Yogyakarta, Mbak You Sempat Minta Banyak Tawakal
• Final Piala AFF U15 Antara Thailand dan Malaysia Ricuh, Para Pemain Baku Pukul
• Demo Hong Kong, Duduk Diam di Bandara, Bentrok Lagi di Pusat Kota
Badai super yang membawa hujan lebat dan angin kencang ini merobohkan tiang listrik, menumbangkan ribuan pohon dan membuat 752.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Badai monster menerjang dengan kecepatan 187 kilimeter perjam pada Sabtu dini hari di Wenling, sebuah kota di tenggara provinsi Zhejiang.

Badai ini terus bergerak menuju kota industri dan perdagangan Shanghai, demikian dilaporkan kantor berita China Xinhua, Sabtu sore.
Lebih dari 4.000 penerbangan telah dibatalkan sejak Jumat, termasuk di Taiwan akibat serangan badai tersebut.
Pada pukul 13.00 waktu setempat, bandara Shanghai Pudong mengatakan 1.231 penerbangan yang dibatalkan sementara 179 lainnya ditunda.
Sebanyak 718 pesawat yang hendak mendarat juga dibatalkan dan 19 lainnya ditunda, portal berita yang berbasis di Shanghai melaporkan.
Air China, China Eastern Airlines dan China Southern Airlines adalah di antara maskapai yang mengumumkan pembatalan, sementara layanan kereta api berkecepatan tinggi juga dihentikan.
Badai Lekima juga memaksa Shanghai untuk menangguhkan layanan di beberapa jalur metro, menurut akun resmi pemerintah lokal di WeChat (Facebook buatan China).
Hujan yang lebih deras diperkirakan akan menyerang Shanghai serta provinsi timur Anhui, Fujian dan Jiangsu.
Pihak berwenang memperingatkan kemungkinan banjir bandang, tanah longsor yang disebabkan oleh hujan deras.
China mengeluarkan peringatan merah saat badai mendekat pada hari Jumat, sebelum menurunkan level menjadi oranye saat angin mereda pada Sabtu pagi.
Lebih sejuta orang terpaksa meninggalkan kediaman masing-masing sebaik saja taufan Lekima melanda tenggara China, awal pagi ini, lapor media tempatan.
Xinhua menyebutkansatu juta penduduk diungsikan ke tempat aman di Shanghai.
Badai sebelumnya menyapu ujung utara Taiwan pada hari Jumat. Sembilan orang terluka, ribuan rumah kehilangan listrik untuk sementara waktu dan lebih dari 500 penerbangan dibatalkan.
Setidaknya empat orang terluka di Okinawa, sementara penerbangan dan feri melintasi pulau-pulau Jepang selatan mengalami gangguan yang meluas, menurut sebuah laporan oleh Deutsche Presse-Agentur.
September lalu, Topan Mangkhut menghantam daratan Cina tempat otoritas mengevakuasi lebih dari dua juta orang, setelah meninggalkan jejak kehancuran di Hong Kong dan Makau dan menewaskan sedikitnya 59 orang di Filipina utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10082019-badai-lekima.jpg)